Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan masyarakat Balikpapan, khususnya penderita penyakit paru kronis dan asma.
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan masyarakat Balikpapan, khususnya penderita penyakit paru kronis dan asma.
Merespons bahaya tersebut, Pangkalan TNI AU (Lanud) Dhomber melancarkan aksi penyemprotan water mist untuk mengikat partikel beracun di udara, Selasa (20/10/2026).
Operasi penyemprotan air bersih di pagi hari ini difokuskan untuk melumpuhkan kandungan partikel mikro berbahaya PM2.5 yang kini mengepung ruang udara kota.
Kepala Rumah Sakit Lanud Dhomber Mayor Kes dr. Toni Baskoro, menjelaskan bahwa partikel polutan karhutla sangat riskan memicu serangan akut bagi warga yang memiliki riwayat komorbiditas.
“Partikel PM2.5 ini membawa kandungan berbahaya seperti logam dan sulfat. Jika terhirup, ini sangat mengganggu masyarakat, terutama yang mengidap penyakit paru kronis maupun asma. Makanya kita netralisir dengan pengembunan air bersih,” papar Toni.
Toni menegaskan, penyemprotan yang mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran TNI AU tersebut menggunakan murni air bersih tanpa bahan kimia, dengan skema mengikat zat polutan di udara agar terjatuh.
Langkah darurat ini disiagakan setiap pagi saat jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah, serta bakal terus rutin digelar hingga Indeks Kualitas Udara (AQI) Balikpapan kembali aman di bawah angka 50.
Editor: Erwin
Merespons bahaya tersebut, Pangkalan TNI AU (Lanud) Dhomber melancarkan aksi penyemprotan water mist untuk mengikat partikel beracun di udara, Selasa (20/10/2026).
Operasi penyemprotan air bersih di pagi hari ini difokuskan untuk melumpuhkan kandungan partikel mikro berbahaya PM2.5 yang kini mengepung ruang udara kota.
Kepala Rumah Sakit Lanud Dhomber Mayor Kes dr. Toni Baskoro, menjelaskan bahwa partikel polutan karhutla sangat riskan memicu serangan akut bagi warga yang memiliki riwayat komorbiditas.
“Partikel PM2.5 ini membawa kandungan berbahaya seperti logam dan sulfat. Jika terhirup, ini sangat mengganggu masyarakat, terutama yang mengidap penyakit paru kronis maupun asma. Makanya kita netralisir dengan pengembunan air bersih,” papar Toni.

Toni menegaskan, penyemprotan yang mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran TNI AU tersebut menggunakan murni air bersih tanpa bahan kimia, dengan skema mengikat zat polutan di udara agar terjatuh.
Langkah darurat ini disiagakan setiap pagi saat jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah, serta bakal terus rutin digelar hingga Indeks Kualitas Udara (AQI) Balikpapan kembali aman di bawah angka 50.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di darat 30km Barat Daya Kab. Kupang
20 Okt 2026, 16:56:38 WIB • Kedalaman 4 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG