Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Polda Kaltim terus mendalami dugaan aksi intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian berpangkat Bripda berinisial ART yang bertugas sebagai ajudan dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Polda Kaltim terus mendalami dugaan aksi intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian berpangkat Bripda berinisial ART yang bertugas sebagai ajudan dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Soepandi membenarkan yang bersangkutan merupakan oknum kepolisian, kendati demikian, ia hanya menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Kaltim.
“Yang bersangkutan ini merupakan personel dari Polda Kaltara,” ujar Tedy menjawab pesan singkat Korankaltim.com, Selasa (20/10/2026).
ART diketahui merupakan warga Balikpapan, namun dalam menjalankan tugasnya bukan masuk ranah Polda Kaltim. Untuk itu, Polda Kaltim akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang menaungi.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Polda Kaltara,” singkat Tedy.
Sebelumnya, aksi ajudan dari Gubernur ini viral sesaat setelah aksi masa di depan Kantor Gubernur Kaltim. Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, ART sedang mendampingi gubernur yang hendak menuju masjid yang terletak di komplek kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Setiba di lokasi, Rudy Mas’ud bertemu dengan masa aksi. Terdengar dalam video tersebut masa menanyakan sikap gubernur yang tidak menemui massa, tak lama kemudian ajudan bersitegang dengan mahasiswa.
Tak hanya sampai disitu, terlihat pula ajudan melakukan benturan fisik menggunakan bahunya.
Menurut Tedy, aksi ini tidak selaras dengan marwah pihak kepolisian, terlebih Kapolri baru mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat”, yang artinya anggota kepolisian harusnya mengayomi masyarakat.
“Untuk itu, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Polda Kaltara, polisi itu tidak boleh arogan, harus menjunjung tinggi keadilan,” tegasnya.
Editor: Erwin
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Soepandi membenarkan yang bersangkutan merupakan oknum kepolisian, kendati demikian, ia hanya menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Kaltim.
“Yang bersangkutan ini merupakan personel dari Polda Kaltara,” ujar Tedy menjawab pesan singkat Korankaltim.com, Selasa (20/10/2026).
ART diketahui merupakan warga Balikpapan, namun dalam menjalankan tugasnya bukan masuk ranah Polda Kaltim. Untuk itu, Polda Kaltim akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang menaungi.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Polda Kaltara,” singkat Tedy.

Sebelumnya, aksi ajudan dari Gubernur ini viral sesaat setelah aksi masa di depan Kantor Gubernur Kaltim. Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, ART sedang mendampingi gubernur yang hendak menuju masjid yang terletak di komplek kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Setiba di lokasi, Rudy Mas’ud bertemu dengan masa aksi. Terdengar dalam video tersebut masa menanyakan sikap gubernur yang tidak menemui massa, tak lama kemudian ajudan bersitegang dengan mahasiswa.
Tak hanya sampai disitu, terlihat pula ajudan melakukan benturan fisik menggunakan bahunya.
Menurut Tedy, aksi ini tidak selaras dengan marwah pihak kepolisian, terlebih Kapolri baru mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat”, yang artinya anggota kepolisian harusnya mengayomi masyarakat.
“Untuk itu, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Polda Kaltara, polisi itu tidak boleh arogan, harus menjunjung tinggi keadilan,” tegasnya.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG