Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat integrasi data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui Forum Satu Data.
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat integrasi data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui Forum Satu Data.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah mengacu pada data yang akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Integrasi tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang sebelumnya dikelola masing-masing perangkat daerah akan dihimpun dalam satu sistem sehingga lebih mudah diakses dan dimanfaatkan.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Alfino Rinaldi Arief, mengatakan, Forum Satu Data menjadi tahap awal untuk menyepakati jenis data yang harus dikumpulkan oleh setiap perangkat daerah.
Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi pedoman bagi OPD dalam menyediakan data sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi dan divalidasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Setiap data yang dikumpulkan secara sektoral oleh masing-masing perangkat daerah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya, kemudian disatukan dalam sebuah aplikasi bernama Portal Satu Data,” ujarnya Kamis (22/10/2026).
Melalui Portal Satu Data, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait pembangunan daerah sesuai kebutuhan. Sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi pengelolaan data yang terpisah-pisah antarperangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan data dalam penyusunan kebijakan.
Dia juga menjelaskan, data yang dipublikasikan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk kelengkapan struktur data dan metadata. Standarisasi tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas, konsistensi, dan keandalan informasi yang digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Pemkot Balikpapan menargetkan keterisian data yang telah direncanakan mencapai 100 persen pada 2027. Pemerintah juga berupaya meningkatkan capaian indeks pembangunan statistik dan indeks pembangunan jaringan informasi geospasial.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan Erriansyah Haryono menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar perangkat daerah agar integrasi data berjalan lebih optimal.
Ia menyebutkan, Balikpapan telah mencatatkan nilai tertinggi di Kalimantan Timur. Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui penguatan koordinasi dan peningkatan responsivitas OPD dalam mengumpulkan serta menyediakan data yang dibutuhkan.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah menggelar Forum Satu Data pada awal tahun, bukan menjelang akhir tahun. Dengan waktu pelaksanaan tersebut, forum diharapkan dapat menjadi dasar awal atau baseline dalam menyusun perencanaan pembangunan untuk tahun berikutnya.
Diskominfo juga berperan mendorong setiap perangkat daerah agar lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan data.
“Ketersediaan data yang lengkap, terintegrasi, dan tepat waktu diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah mengacu pada data yang akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Integrasi tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang sebelumnya dikelola masing-masing perangkat daerah akan dihimpun dalam satu sistem sehingga lebih mudah diakses dan dimanfaatkan.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Alfino Rinaldi Arief, mengatakan, Forum Satu Data menjadi tahap awal untuk menyepakati jenis data yang harus dikumpulkan oleh setiap perangkat daerah.
Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi pedoman bagi OPD dalam menyediakan data sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi dan divalidasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

“Setiap data yang dikumpulkan secara sektoral oleh masing-masing perangkat daerah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya, kemudian disatukan dalam sebuah aplikasi bernama Portal Satu Data,” ujarnya Kamis (22/10/2026).
Melalui Portal Satu Data, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait pembangunan daerah sesuai kebutuhan. Sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi pengelolaan data yang terpisah-pisah antarperangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan data dalam penyusunan kebijakan.
Dia juga menjelaskan, data yang dipublikasikan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk kelengkapan struktur data dan metadata. Standarisasi tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas, konsistensi, dan keandalan informasi yang digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Pemkot Balikpapan menargetkan keterisian data yang telah direncanakan mencapai 100 persen pada 2027. Pemerintah juga berupaya meningkatkan capaian indeks pembangunan statistik dan indeks pembangunan jaringan informasi geospasial.







Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan Erriansyah Haryono menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar perangkat daerah agar integrasi data berjalan lebih optimal.
Ia menyebutkan, Balikpapan telah mencatatkan nilai tertinggi di Kalimantan Timur. Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui penguatan koordinasi dan peningkatan responsivitas OPD dalam mengumpulkan serta menyediakan data yang dibutuhkan.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah menggelar Forum Satu Data pada awal tahun, bukan menjelang akhir tahun. Dengan waktu pelaksanaan tersebut, forum diharapkan dapat menjadi dasar awal atau baseline dalam menyusun perencanaan pembangunan untuk tahun berikutnya.
Diskominfo juga berperan mendorong setiap perangkat daerah agar lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan data.
“Ketersediaan data yang lengkap, terintegrasi, dan tepat waktu diharapkan dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Erwin



Pusat gempa berada di darat 9 km utara Tanggamus
21 Okt 2026, 18:58:36 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG