Sinergi dan diskusi pemetaan tenaga kerja tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Rustam Mansyur, di Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Brigjen Pol Rustam Mansyur membeberkan, berdasarkan data cut off per September 2026, jumlah pengangguran di Kota Balikpapan mencatatkan angka berkisar 4.500 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.200 tenaga kerja telah berhasil didistribusikan ke berbagai sektor industri.
“Hari ini kita bersama Disnaker dan penyedia pelatihan serta penyalur tenaga kerja berkolaborasi menjalankan program Bapak Kapolri, Polisi Peduli Pengangguran. Dari sisa data pengangguran yang ada, ini yang akan menjadi tugas bersama untuk kita salurkan secara maksimal,” ujar Rustam.
Rustam menjelaskan, skema program ini akan menyasar pemetaan kebutuhan riil di perusahaan, mulai dari sektor pertambangan hingga industri penunjang lainnya.
Kebutuhan kualifikasi seperti operator, welder, mekanik, pengawas, hingga helper akan didata secara presisi untuk disesuaikan dengan ketersediaan calon tenaga kerja.
Selain sektor formal industri, Polda Kaltim juga membuka peluang penyerapan Pekerja Harian Lepas (PHL) serta memberikan ruang setara bagi kelompok penyandang disabilitas untuk mengisi fungsi-fungsi staf maupun administrasi.
Menanggapi kebutuhan tenaga kerja lokal di tengah masifnya pembangunan daerah dan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), Wakapolda mengimbau para pencari kerja lokal untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas keterampilan atau skill.
“Mari tenaga kerja lokal kita asah kemampuannya. Perusahaan tentu membutuhkan keberlanjutan yang didukung oleh skill mumpuni. Jadi antara tenaga kerja dan perusahaan bisa saling membutuhkan dan mengisi,” tegasnya.
Polda Kaltim memastikan program “Polisi Peduli Pengangguran” ini tidak hanya berhenti di Kota Balikpapan, melainkan bakal bergulir secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Editor: Erwin
Sinergi dan diskusi pemetaan tenaga kerja tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Rustam Mansyur, di Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Brigjen Pol Rustam Mansyur membeberkan, berdasarkan data cut off per September 2026, jumlah pengangguran di Kota Balikpapan mencatatkan angka berkisar 4.500 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.200 tenaga kerja telah berhasil didistribusikan ke berbagai sektor industri.
“Hari ini kita bersama Disnaker dan penyedia pelatihan serta penyalur tenaga kerja berkolaborasi menjalankan program Bapak Kapolri, Polisi Peduli Pengangguran. Dari sisa data pengangguran yang ada, ini yang akan menjadi tugas bersama untuk kita salurkan secara maksimal,” ujar Rustam.
Rustam menjelaskan, skema program ini akan menyasar pemetaan kebutuhan riil di perusahaan, mulai dari sektor pertambangan hingga industri penunjang lainnya.
Kebutuhan kualifikasi seperti operator, welder, mekanik, pengawas, hingga helper akan didata secara presisi untuk disesuaikan dengan ketersediaan calon tenaga kerja.
Selain sektor formal industri, Polda Kaltim juga membuka peluang penyerapan Pekerja Harian Lepas (PHL) serta memberikan ruang setara bagi kelompok penyandang disabilitas untuk mengisi fungsi-fungsi staf maupun administrasi.
Menanggapi kebutuhan tenaga kerja lokal di tengah masifnya pembangunan daerah dan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), Wakapolda mengimbau para pencari kerja lokal untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas keterampilan atau skill.
“Mari tenaga kerja lokal kita asah kemampuannya. Perusahaan tentu membutuhkan keberlanjutan yang didukung oleh skill mumpuni. Jadi antara tenaga kerja dan perusahaan bisa saling membutuhkan dan mengisi,” tegasnya.
Polda Kaltim memastikan program “Polisi Peduli Pengangguran” ini tidak hanya berhenti di Kota Balikpapan, melainkan bakal bergulir secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Editor: Erwin