Dalam sambutanya Pangdam menerangkan, program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Kodam VI/Mlw saat ini sejatinya telah merujuk pada kebijakan nasional tentang Food Estate (FE) dan tindak lanjut dari MoU TNI AD dan Kementerian Pertanian, yang difokuskan pada 4 hal penting mulai dari meningkatkan produktifitas pangan, diversifikasi pangan non beras, penguatan cadangan pangan daerah dan yang tak kalah pentingnya adalah modernisasi dan mekanisasi pertanian.
Sehingga, Kodam VI/Mlw memformulasikan suatu konsep ketahanan pangan yang efektif berbasis tipologi wilayah dengan metode Integrated Farming System guna mewujudkan daerah sebagai wilayah penyangga kemandirian pangan di Ibukota Negara yang baru.
Dikatakan Pangdam, Kodam hari ini melauncing pembukaan lahan secara serentak yang tersebar di seluruh wilayah jajaran Kodam VI/Mlw seluas 1.409,75 hektare, yang mana untuk rencana ke depannya lahan ini selain dikembangkan untuk ketahanan pangan dalam menunjang kebutuhan pangan di Balikpapan, maka akan dikembangkan pula menjadi tempat agro wisata Balikpapan.
"Ini kepedulian Kodam VI/Mlw dalam hal ketahanan pangan di wilayah, khususnya dalam menunjang kebutuhan pangan di kawasan calon Ibukota Negara. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kodam VI/Mlw memerintahkan satuan jajarannya memanfaatkan lahan tidur untuk ketahanan pangan, membuat demplot-demplot pertanian dengan model Integratid Farming System (IFS) dan pendampingan petani. Selain itu, Kodam VI/Mlw juga memberdayakan lahan Transad untuk ketahanan pangan dan agro wisata, guna mendukung ketahanan pangan calon Ibukota Negara dan wisata agro, "ujar Pangdam.
Pemberdayaan lahan Transad ini bertujuan untuk membantu program pemerintah meningkatkan ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan tentunya meningkatkan kemanunggalan TNI Rakyat serta menjamin ketersediaan logistik wilayah untuk kepentingan pertahanan negara, memanfaatkan lahan potensi yang tidak produktif, merubah lahan tidak produktif menjadi lahan pangan produktif, meningkatkan perekonomian daerah di pedesaan serta menyiapkan daerah penyangga pangan dalam rangka perpindahan Ibukota Negara.
Untuk wilayah Balikpapan, total lahan tidur yang akan dibuka seluas 93 hektare untuk ketahanan pangan dan agro wisata, terbentuknya lahan perkebunan jagung seluas 51,549 hektare, lahan perkebunan durian seluas 15,771 hektare, lahan perkebunan alpukat seluas 9,917 hektare, lahan peternakan sapi seluas 5,235 hektare, sumber air seluas 4,574 hektare, dan terbentuknya jalur air seluas 1,49 hektare.
Kegiatan tersebut dihadiri, Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim, Kasdam, Irdam, Kapok Sahli, para pejabat Utama Kodam, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Danlanal, Danlanud, Wali Kota Balikpapan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Balikpapan, Ketua GM FKPPI Cabang Balikpapan, Ketua KB FKPPI Cabang Balikpapan, -Ketua Hipakad dan PPM Balikpapan, para Ketua Kelompok Tani wilayah Balikpapan.
Sumber: Pendam VI/Mlw