"Setiap basis berjumlah 5 relawan. Jadi ada basis keagamaan, kaum muda dan pemilih pemula, perempuan, disabilitas dan basis warga internet atau netizen," kata Yan Fauzi, Rabu (26/8/2020).
Keagamaan menjadi basis yang paling sepi peminat. Hanya satu orang pendaftar. Sedangkan untuk basis lainnya telah merata.
"Mereka menentukan sendiri, mau jadi relawan di basis apa. Kalau belum memenuhi ya kami perpanjang 3 hari," lanjutnya.
KPU menggunakan media sosial untuk rekrutmen Relawan Demokrasi. Termasuk memanfaatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk memberi informasi kepada masyarakat.
"Ya, PPK dan PPS kami libatkan untuk sosialisasi," sebutnya.
Adapun salah satu syarat untuk menjadi Relawan Demokrasi adalah membuat karya tulis. "Tampaknya itu yang paling berat," ucapnya.
Relawan Demokrasi bertugas selama 3 bulan dan setiap bulan diharuskan membuat 10 kegiatan berupa sosialisasi mengenai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan tahun ini.
"Mereka juga harus membuat laporan, kegiatan apa saja yang sudah dilaksanakan," terangnya.
Selain itu, Relawan Demokrasi tak diberi honor. Hanya berupa penggantian uang transportasi sebesar Rp150 ribu per kegiatan.
"Dari laporan 10 kegiatan per bulan itu, mereka dapat uang tranportasi. Jadi tidak ada honor," tukasnya. (adv)
Penulis: Hendra
Editor: M.Huld