"Itu data realtime yang saya terima tadi malam. Jadi tinggal 1,5 persen saja," kata Noor Thoha, Jumat (14/8/2020).
KPU akan melakukan evaluasi sekaligus menanyakan alasan di balik capaian realisasi pemutakhiran data pemilih. Kendati diyakini, progres akan sampai pada 100 persen.
"Alasannya apa, ya nanti kami tanyakan ke divisi teknis. Tapi setidaknya sudah hampir mendekati 100 persen. Tentu saja capaian ini kurang," sebutnya.
Noor Thoha belum mengetahui kawasan mana saja yang datanya termasuk dalam 1,5 persen belum terlaporkan. Rencananya, evaluasi dilakukan pada Selasa 18 Agustus 2020 mendatang.
"Nanti kami coba breakdown masalahnya. Karena saya hanya menerima data yang dilaporkan. Kami akan rapatkan," ujarnya.
Kendati begitu, ia meyakini laporan coklit telah mencapai 100 persen terhadap 481.118 pemilih. Pasalnya, angka 98,5 persen itu ia terima pada Kamis malam sebelum pukul 00.00 WITA.
"Kan bisa saja pada pukul 00.00 WITA, laporan pemutakhiran data pemilih sudah benar-benar 100 persen," tandasnya. (adv)
Penulis: Hendra
Editor: M.Huldi