"Capaian 50 persen itu artinya target kami sudah melampaui batas, karena setiap hari PPDP ditarget 3 rumah. Tapi ada sebagian RT yang sudah 100 persen melakukan coklit," kata Noor Thoha, Kamis (23/7/2020).
Namun cepatnya capaian proses coklit itu bukan tanpa kendala. Terutama di masa pandemi Covid-19. Tidak semua orang didatangi langsung menerima. Bahkan ada juga yang tidak mau menerima sama sekali.
"Seperti warga penghuni apartemen Pertamina di Balikpapan Barat yang sampai sekarang belum bisa ditembus. Sampai saat ini tidak menerima kehadiran petugas kami," sebutnya.
Sementara PPDP harus menyerahkan formulir AA1 kepada warga yang telah diverifikasi serta menempelkan stiker coklit di kediaman calon pemilih. Sementara pihak apartemen Pertamina hanya mau verifikasi lewat video call atau telepon.
"Karena menghindari tatap muka secara langsung dan kami menjadi kesulitan. Sampai sekarang belum dapat solusi," ungkapnya.
Sehingga KPU akan mengundang Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk bersama-sama mencari jalan keluar agar pelaksanaan pemutakhiran data pemilih rampung hingga 13 Agustus 2020 mendatang.
"Manajemen Pertamina yang menyampaikan ke kami, tidak boleh masuk dari pintu ke pintu. Akan segera kami koordinasikan ke Bawaslu. Insyaallah ada jalan keluar," pungkasnya. (adv)
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang