
Sabtu, 26/09/2026
Sabtu, 26/09/2026
Tradisi Berlimbur (korankaltim.dok)

Sabtu, 26/09/2026

Tradisi Berlimbur (korankaltim.dok)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Tradisi Belimbur menjadi salah satu rangkaian yang paling dinanti dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Prosesi adat ini dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9/2026) mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, dengan rute utama dari kawasan Kepala Benua, Tanah Merah Mangkurawang, menuju Buntut Benua di kawasan Pal 4 Jalan Robert Woltermonginsidi, Tenggarong.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sekaligus Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bergelar Pangeran Notonegoro, H Heriansyah, mengimbau masyarakat yang mengikuti Belimbur agar memahami makna tradisi tersebut dan tetap menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung.
Menurut Heriansyah, Belimbur merupakan bagian penting dalam rangkaian Erau Adat Kutai. Prosesi ini tidak sekadar aktivitas saling menyiram air, tetapi memiliki makna dan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Kutai. “Belimbur merupakan bagian dari rangkaian adat Erau. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kesakralan, ketertiban dan keamanan pelaksanaannya. Ikuti arahan petugas dan jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya prosesi,” ujar Heriansyah, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, selama prosesi Belimbur, pemerintah daerah bersama perangkat daerah, perusahaan daerah dan sejumlah pihak telah menyiapkan tempat penampungan air di sepanjang jalur yang telah ditentukan. Penampungan air tersebut dimulai dari Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Museum Mulawarman kawasan Titik Nol, hingga kawasan Jalan Robert Woltermonginsidi di depan Kantor Bupati Kukar. “Penempatan penampungan air ini sudah dibagi dalam beberapa zona. Masyarakat diharapkan menggunakan fasilitas air yang telah disiapkan pada titik-titik tersebut sehingga pelaksanaan Belimbur dapat berlangsung tertib,” jelasnya.
Heriansyah menyebut jalur penampungan air dibagi menjadi empat zona. Zona A berada di Jalan Diponegoro. Penampungan air didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Inspektorat, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Perumda Tirta Mahakam serta Kelurahan Panji. Zona B berada di Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah perangkat daerah yang terlibat antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Sosial, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja serta Kelurahan Melayu. Sementara Zona C berada di Jalan KH Ahmad Mukhsin.
Zona ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, perusahaan daerah, perbankan serta PLN Tenggarong. Sedangkan Zona D berada di Jalan Robert Woltermonginsidi, dengan dukungan Sekretariat DPRD Kukar, Sekretariat Daerah Kukar, sejumlah badan di lingkungan Pemkab Kukar, Kantor Camat Tenggarong, Kelurahan Timbau serta Perseroda PT Kukar Sejahtera Dambaan Etam (KSDE).
Menurut Heriansyah, pembagian zona tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan tradisi Belimbur dapat diikuti masyarakat dengan tertib sekaligus mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Pelaksanaan Belimbur dipastikan berdampak terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan Tenggarong. Karena itu, masyarakat yang tidak mengikuti prosesi diimbau menggunakan jalur alternatif.
Jalur utama prosesi berlangsung dari Kepala Benua di kawasan Tanah Merah Mangkurawang hingga Buntut Benua kawasan Pal 4 Jalan Woltermonginsidi. Dari arah Mangkurawang, pengendara dapat menggunakan Jalan Pattimura, Jalan Mulawarman, Jalan Ki Hajar Dewantara, Jalan Teratai, Jalan Pandjaitan, Jalan Gunung Kinibalu, Jalan Gunung Gandek, Jalan AM Alimuddin, Jalan Pesut hingga Jalan AP Mangkunegara. Sementara kendaraan dari arah Kota Samarinda dapat menggunakan Jalan AP Mangkunegara, Jalan Pesut, Jalan AM Alimuddin dan ruas jalan berikutnya. Pengendara dari arah Loa Kulu dapat menggunakan Jalan Belida, Jalan Pesut, Jalan AM Alimuddin dan seterusnya.
Sedangkan dari arah Kelurahan Bukit Biru dapat menggunakan Jalan Pesut, Jalan AM Alimuddin dan ruas jalan berikutnya. Pengamanan prosesi juga mendapat dukungan Polres Kukar beserta jajaran yang akan ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan selama kegiatan. Heriansyah meminta masyarakat maupun pengguna jalan memahami kondisi tersebut.
Kepadatan lalu lintas kemungkinan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan tradisi Belimbur. “Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar apabila terjadi kepadatan.
Patuhi arahan petugas di lapangan dan selalu utamakan keselamatan,” pesannya. Ia berharap Belimbur Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap adat dan budaya Kutai. “Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga tradisi ini. Belimbur bukan sekadar kemeriahan, tetapi bagian dari warisan adat yang harus kita hormati dan laksanakan dengan tertib,” pungkas Heriansyah. ( Adv)

Sabtu, 26/09/2026
Tradisi Berlimbur (korankaltim.dok)
TERPOPULER