
Jumat, 25/09/2026
Jumat, 25/09/2026
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Jumat, 25/09/2026

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta pengelolaan Pasar Tangga Arung Square Tenggarong dilakukan lebih tegas. Pedagang yang hanya menyimpan lapak tetapi tidak aktif berjualan diminta tidak menghambat masyarakat lain yang ingin berdagang.
Aulia bahkan meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar memberikan batas waktu kepada pedagang yang tidak memanfaatkan lapaknya. Jika tetap tidak digunakan untuk berjualan, lapak tersebut dapat dialihkan kepada pedagang lain yang membutuhkan.
“Kami harap jangan terjadi. Banyak antrean masyarakat yang ingin berjualan. Diberi waktu tegas saja, kita alihkan kepada pedagang yang ingin berjualan,” tegas Aulia.
Pernyataan itu disampaikan Aulia menyusul adanya informasi mengenai sejumlah lapak di Tangga Arung Square yang tidak digunakan untuk aktivitas perdagangan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena pemerintah telah mengeluarkan anggaran besar untuk membangun dan merevitalisasi kawasan pasar tersebut.
Aulia menilai, pembangunan Tangga Arung Square telah melalui proses panjang dan dinamika yang tidak sedikit. Karena itu, hasil pembangunan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Pengorbanan pasar ini sangat besar. Jangan kita kotori dengan kepentingan sesaat, kepentingan individu,” sebutnya.
Ia pun menitipkan tanggung jawab besar kepada Disperindag Kukar untuk memastikan kawasan pasar tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga hidup dengan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, pemerintah harus mampu mengemas Tangga Arung Square menjadi kawasan perdagangan yang menarik sehingga masyarakat memiliki alasan untuk datang dan berbelanja.
“Bagaimana kita mengemas pasar ini sehingga masyarakat mau datang dan berbelanja di pasar ini,” katanya.
Aulia juga mendorong agar Tangga Arung Square tetap dikembangkan dengan konsep pasar tradisional semi modern. Kerapian, ketertiban dan keamanan menjadi bagian penting yang harus dijaga.
Ia bahkan menginginkan aktivitas pasar basah turut dikembangkan di kawasan tersebut sehingga fungsi Tangga Arung Square sebagai pusat perdagangan semakin kuat.
“Biar ramai dibuat pasar basah di sini. Kami tidak setuju tetap di Mangkurawang. Di sini tetap konsep pasar tradisional semi modern, kita jaga kerapian, ketertiban dan keamanan,” tegasnya.
Orang nomor satu Kukar ini berharap Disperindag tidak ragu melakukan penataan apabila ditemukan lapak yang tidak dimanfaatkan. Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas pasar benar-benar diberikan kepada pedagang yang serius menjalankan usahanya.
Aulia menegaskan, Tangga Arung Square diproyeksikan menjadi salah satu sentra perekonomian Kukar, khususnya di Tenggarong. Untuk mewujudkannya, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, pengelola dan para pedagang.
“Ini menjadi sentra perekonomian di Kukar, khususnya di Tenggarong. Kalau kita sama-sama, tentu bisa berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin

Jumat, 25/09/2026
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
TERPOPULER