sponsor

Jumat, 25/09/2026

Dinkes Kukar Hadirkan Dokter Spesialis Anak untuk Tekan Stunting Hingga Tingkat Kecamatan 

Jumat, 25/09/2026

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Dinkes Kukar Hadirkan Dokter Spesialis Anak untuk Tekan Stunting Hingga Tingkat Kecamatan 

Jumat, 25/09/2026

logo

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Upaya menekan angka stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas penguatan layanan kesehatan. Sebagai langkah konkret inrervensi stunting, pihaknya akan menghadirkan dokter spesialis anak langsung ke sejumlah wilayah Kecamatan.

Langkah ini diambil agar mempermudah masyarakat dan mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hingga ke pusat kota untuk melakukan pemeriksaan.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, menjelaskan, berdasarkan data pada September 2026 angka stunting di Kukar berada di level 14,2 persen. Pemkab Kukar berkomitmen mendorong penurunan hingga 12 persen.

"Program ini harus menjadi perhatian supaya pelaksanaannya berjalan berkelanjutan di setiap kecamatan," kata Ismi, Jumat (25/9/2026).

Selain mendekatkan akses pemeriksaan melalui dokter sepeialis di wilayah yang  membutuhkan, Dinkes Kukar, juga menggandeng Yayasan Cipta untuk meningkatkan kapasitas para kader posyandu serta petugas kesehatan di lapangan.

"Untuk program percontohannya upaya penguatan kapasitas kader ini sudah berjalan di dua wilayah Tenggarong Seberang dan Loa Janan," ungkapnya.

Melalui sinergi ini, Dinkes Kukar optimistis mampu mengawal tumbuh kembang anak secara maksimal demi mengejar target penurunan stunting.

Selain itu, intervensi yang harus dijalankan secara konsisten adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui puskesmas di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa dan menyasar ibu hamil serta bayi, balita yang mengalami stunting.

"Menu PMT itu disusun langsung oleh tenaga gizinya, tentunya dengan memperhatikan pemenuhan nutrisi makro dan mikro, seperti karbohidrat, protein, dan zat gizi lainnya," ungkapnya. 

Langkah preventif juga diperketat dengan mendeteksi ibu hamil berisiko KEK sejak dini melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Ibu hamil dengan ukuran LILA di bawah 23 sentimeter langsung masuk dalam kelompok yang mendapatkan perhatian dan penanganan intensif.

Dinkes Kukar kini memanfaatkan momentum penguatan layanan ini untuk memantau penurunan angka kematian balita serta pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Semua indikator tersebut harus dijaga secara berkesinambungan agar mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kukar terus meningkat dan memberikan dampak jangka panjang. (Adv)

sponsor

Dinkes Kukar Hadirkan Dokter Spesialis Anak untuk Tekan Stunting Hingga Tingkat Kecamatan 

Jumat, 25/09/2026

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait