sponsor

Kamis, 17/09/2026

Bupati Aulia Sebut Salat Istisqa dan Haul Jamak Jadi Persiapan Spiritual Erau

Kamis, 17/09/2026

Bupati saat hadiri salat istisqa dan istighotsah pembacaan doa haul jamal di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Bupati Aulia Sebut Salat Istisqa dan Haul Jamak Jadi Persiapan Spiritual Erau

Kamis, 17/09/2026

logo

Bupati saat hadiri salat istisqa dan istighotsah pembacaan doa haul jamal di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan Pesta Adat Erau bukan hanya momentum pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).

Pelaksanaan Salat Istisqa yang dilanjutkan dengan doa Haul Jamak di Kedaton Kesultanan Ing Martadipura Kutai Kartanegara, Tenggarong, menurutnya menjadi cara persiapan spiritual dalam menyambut pesta adat erau tahun ini karena sebagian wilayah Kukar masih diselimuti kabut asap dampak karhutla.

Suasana khusyuk menyelimuti kawasan Kedaton. Kerabat Kesultanan, tokoh agama, serta masyarakat mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama. Doa Haul Jamak juga ditujukan kepada para leluhur serta para Sultan Kutai Kartanegara terdahulu yang telah meletakkan fondasi sejarah dan peradaban di tanah Kutai.

Bagi Aulia, kegiatan Istighotsah dan Haul Jamak memiliki makna penting menjelang pelaksanaan Pesta Adat Erau.

“Pelaksanaan Istighotsah dan Haul Jamak merupakan bagian penting dari persiapan spiritual sebelum pesta rakyat dimulai,” kata Aulia dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Erau harus berjalan seiring dengan nilai budaya, kearifan lokal dan pemahaman keagamaan. Keselarasan ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam menjaga kerukunan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Ing Martadipura Kutai Kartanegara dan mendukung penuh seluruh kegiatannya,” ucapnya.

Aulia berharap doa bersama yang digelar di Kedaton dapat menjadi penguat moral sekaligus memohon keselamatan selama seluruh rangkaian Erau berlangsung.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap Pesta Adat Erau tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta membawa kedamaian bagi seluruh wilayah Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Ia juga mendoakan keselamatan seluruh panitia, pelaku seni, wisatawan, hingga masyarakat yang nantinya terlibat dalam kemeriahan Erau.

“Menjadikan doa bersama sebagai benteng moral dan bentuk pengabdian kepada para leluhur yang telah meletakkan fondasi peradaban di tanah Kutai dan memohon keselamatan bagi seluruh panitia, pelaku seni, wisatawan, dan warga masyarakat yang berpartisipasi selama pesta berlangsung,” tegas Aulia. (Adv)

Editor: Aspian Nur

sponsor

Bupati Aulia Sebut Salat Istisqa dan Haul Jamak Jadi Persiapan Spiritual Erau

Kamis, 17/09/2026

Bupati saat hadiri salat istisqa dan istighotsah pembacaan doa haul jamal di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait