Jumat, 31/07/2026
Jumat, 31/07/2026
Direktur Utama Perusda PT BKS, Nidya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Jumat, 31/07/2026

Direktur Utama Perusda PT BKS, Nidya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Perusahaan Daerah (Perusda) PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) mulai mengambil langkah strategis dengan mengalihkan sebagian fokus bisnisnya (shifting) dari sektor pertambangan batu bara ke komoditas mineral bukan logam dan galian C, seperti pasir silika, batu, dan pasir.
Direktur Utama Perusda PT BKS Kaltim, Nidya Listyono, mengungkapkan bahwa dinamika pasar batu bara saat ini memiliki tingkat fluktuasi yang sangat tinggi. Hal tersebut makin diperberat dengan melonjaknya biaya operasional di lapangan serta tingginya harga bahan bakar.
“Hari ini batu bara fluktuasinya sangat tinggi, biaya produksi tinggi, harga solar naik. Karena itu kita harus shifting ke galian C dan mineral bukan logam lainnya yang ada di Kaltim dan punya potensi luar biasa,” ujar Nidya saat ditemui baru-baru ini.
Untuk mendukung langkah ekspansi bisnis tersebut, BKS telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi pengusaha, termasuk pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).
Tak berhenti di komoditas tambang non-logam, PT BKS juga tengah mendesain rencana untuk masuk ke sektor logistik dan infrastruktur pendukung, yakni melalui pengelolaan pelabuhan bongkar muat.
“Tentu Bara Kaltim harus ikut mengambil peluang di sana. Termasuk yang sedang kita desain adalah pelabuhan bongkar muat untuk bisa dimiliki atau dikerjasamakan oleh BKS,” jelasnya.
Mengenai lokasi pasti infrastruktur tersebut, Nidya menyebut pihaknya masih melakukan pemetaan potensi di sepanjang jalur transportasi utama sungai di Kaltim.
“Lokasinya belum tahu pasti, tapi yang jelas pasti di sepanjang aliran Sungai Mahakam, mana yang bisa kita maksimalkan,” pungkasnya. (*)
Editor: Erwin
Jumat, 31/07/2026
Direktur Utama Perusda PT BKS, Nidya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER