Jumat, 24/07/2026
Jumat, 24/07/2026
Siswa SMAN 10 Samarinda ketika bersiap membagikan makanan hingga sembako di sekitaran sekolah. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Jumat, 24/07/2026

Siswa SMAN 10 Samarinda ketika bersiap membagikan makanan hingga sembako di sekitaran sekolah. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pendidikan karakter tidak hanya dibangun di dalam ruang kelas. Di SMAN 10 Samarinda, ratusan siswa diajak turun langsung ke lingkungan sekitar sekolah untuk berbagi sembako kepada masyarakat sebagai upaya menanamkan kepedulian sosial sejak dini.
Kegiatan bertajuk Smaridasa Care Berbagi tersebut berlangsung di kawasan sekitar SMAN 10 Samarinda, Jalan H.A.M.M. Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang. Para siswa didampingi guru saat menyalurkan bantuan kepada warga.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 10 Samarinda Huntari Prestia Dewi mengatakan, kegiatan itu diikuti seluruh siswa kelas X yang berjumlah sekitar 355 orang.
Program tersebut akan menjadi agenda berkelanjutan di sekolah. Meski pelaksanaannya akan diselingi dengan kegiatan kesiswaan lainnya setiap Jumat, Smaridasa Care dipastikan tetap menjadi salah satu program rutin pembentukan karakter peserta didik.
“Biasanya setiap Jumat kami selang-seling dengan kegiatan lain agar lebih bervariasi, tetapi Smaridasa Care tetap menjadi agenda rutin,” ujarnya pada Jumat, (24/7/2026).
Dalam kegiatan ini, setiap siswa diminta membawa satu paket sembako dari rumah. Jenis bantuan yang dibawa berbeda-beda, mulai dari beras satu kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak goreng, mi instan, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Seluruh bantuan kemudian dikumpulkan sebelum dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami memang mengumumkan kepada siswa untuk menyiapkan sendiri sembako sesuai komponen yang telah kami informasikan,” katanya.
Ia menilai, pengalaman turun langsung menemui masyarakat memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar mempelajari nilai-nilai kepedulian melalui teori di dalam kelas.
Melalui interaksi tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa berbagi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap kondisi masyarakat di sekitar mereka.
“Tujuannya agar anak-anak tidak hanya mendapatkan materi pelajaran di kelas, tetapi juga memaknai lebih dalam bagaimana berbagi kepada masyarakat itu dilakukan,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan, kegiatan berbagi juga diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli, serta terbiasa membantu orang lain sejak usia sekolah.
Sebab, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kepekaan sosial dan mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
“Harapannya, anak-anak terbiasa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar sehingga nilai berbagi itu benar-benar menjadi bagian dari karakter mereka,” terangnya.
Pengalaman tersebut juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salah seorang peserta, Yutantri Pakendek, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.
“Pengalaman saya berbagi di sini sangat senang, bisa membantu orang-orang di sekitar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Deskey Andiya Mairi. Baginya, kegiatan berbagi tidak hanya bermanfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga membentuk rasa kepedulian dalam diri para siswa.
“Pengalaman saya bisa setidaknya membantu warga sekitar dan rasa solidaritas saya serta rasa kemanusiaan saya semakin meningkat,” singkatnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Jumat, 24/07/2026
Siswa SMAN 10 Samarinda ketika bersiap membagikan makanan hingga sembako di sekitaran sekolah. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER