Jumat, 24/07/2026
Jumat, 24/07/2026
Para siswa ketika berkumpul di lapangan dalam kegiatan makan buah bersama. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Jumat, 24/07/2026

Para siswa ketika berkumpul di lapangan dalam kegiatan makan buah bersama. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Riuh tawa ratusan siswa memenuhi lapangan SMAN 10 Samarinda di Jalan H.A.M.M. Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang, Jumat (24/7/2026).
Ratusan pelajar berkumpul bukan untuk mengikuti perlombaan maupun upacara, melainkan menikmati bekal buah dan susu bersama sebagai bagian dari gerakan membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Masing-masing siswa membawa bekal dari rumah berupa minimal dua jenis buah dengan warna berbeda, seperti pisang, jeruk, apel, semangka, hingga pepaya. Aksi makan bersama di ruang terbuka yang diikuti 350 siswa kelas XI serta 404 siswa kelas XII ini dikemas untuk menciptakan suasana edukatif yang menyenangkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 10 Samarinda, Huntari Prestia Dewi memaparkan program tersebut dirancang sebagai sarana membiasakan peserta didik menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
“Kami meminta seluruh siswa menyiapkan buah dari rumah, minimal dua warna, kemudian dimakan bersama di lapangan dan dilengkapi dengan susu,” tutur Huntari.
Inisiatif ini berfungsi sebagai media edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada usia remaja.
Kandungan vitamin, mineral, serat dan antioksidan pada buah berperan penting menjaga daya tahan tubuh, membantu metabolisme, meningkatkan konsentrasi belajar, hingga menekan risiko penyakit.
Sementara itu, asupan susu melengkapi kebutuhan protein dan kalsium guna mendukung pertumbuhan tulang serta menjaga kebugaran fisik siswa selama beraktivitas di sekolah.Pihak sekolah berupaya menanamkan kebiasaan nutrisi ini secara bertahap agar terus terbawa hingga ke lingkungan rumah.
“Kami ingin anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan sehat. Harapannya, ini menjadi bagian dari gaya hidup mereka, bukan hanya karena ada kegiatan di sekolah,” terangnya.
Kegiatan makan buah bersama diproyeksikan menjadi agenda rutin sekolah yang diselingi secara bergantian dengan program kesiswaan lainnya. Selain berdampak positif pada kesehatan fisik, momentum kebersamaan ini dinilai efektif mempererat interaksi sosial positif antarsiswa.
“Tujuannya supaya mereka bisa mendapatkan kondisi fisik maupun rohani yang sehat,” jelasnya.
Penguatan karakter peserta didik dipandang tidak hanya bertumpu pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan.
“Semoga agenda makan buah bersama maupun Smaridasa Berbagi bisa terus berlanjut sehingga anak-anak bisa memahami dan mengimplementasikan hidup sehat secara jasmani maupun rohani,” pungkasnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Jumat, 24/07/2026
Para siswa ketika berkumpul di lapangan dalam kegiatan makan buah bersama. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER