Kegiatan Rakerda yang berlangsung di Hotel Grand Sinyur tersebut mengusung tema "Peningkatan komitmen, sinergitas dan kolaborasi pencapaian program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur.
Hadir dalam kesempatan dalam kesempatan yaitu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, Gubernur Kaltim Isran Noor, Perwakilan Bupati Se- Kaltim serta beberapa tamu undangan lainnya.
Usai Rakerda Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan, untuk angka stanting secara nasional itu berjumlah 21,6 persen dan kemarin sempat turun menjadi 2,8 persen dan hal itu merupakan penurunan tertinggi.
"Jadi target kami di akhir tahun 2023 ini target penurnan angka stanting ini mencapai 3 sekian persen. Jadi kalau hari ini 21 persen, target kami itu mejadi 18 persen angka stanting. Sehingga, akhir 2024 kami harapkan menajdi 14 sekian persen. Itu harapan kami dan sekenarionya," ujarnya kepada awak media.
Kemudian untuk starategi penurunan angka stanting ini pihaknya akan mengerahkan semua sektor termasuk TNI, Polri, Perusahaan dan lain lain.
Sekanario ini juga diakuinya telah berjalan dari awal pertengahan tahun 2022 lalu. Sehingga pelayanan TNI dan Polri yang masuk dalam program bapak asuh anak stanting juga sudah berjalan.
"Saya Optimis Kaltim bisa mendorong penurunan angka Stanting ini. Karena indikatornya baik, mulai dari angka kematian ibu, angka kematian bayi, Kaltim sudah baik semua," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga terdapat rangkaian penyerahan penghargaan Penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tertinggi tahun 2022 se-Kalimantan Timur.
"Harapan kami Kaltim bisa menyerap anggaran ini dengan sebaik -sebaik mungkin. Karena kemarin Kaltim dalam penyerapannya baru 66 persen. Tadi kami berikankan Rp 43 Miliar, mulai sekarang sudah dimaksimalkan," tandasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Gubernur Kaltim Isran Noor menambahkan, bahwa untuk di Kaltim indikator rata-rata penurunan angka stanting sudah bagus. Hanya memang dirinya masih mempelajari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dari Kemenkes yang ternyata Kaltim naik 1,3 persen.
" itu bertolak belakang dengan hasil survei yang disampaikan oleh BPKKB. Kita kematian bayi sudah di bawah nasional, kemudian kematian ibu juga di Kaltim juga membaik. Nah, kenapa hasil SSGI ini Kaltim naik. Mungkin nanti akan kami survei ulang," pungkasnya.
Editor: Rusdianto