BPJAMSOSTEK Samarinda Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia)
2 menit baca221 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati pada tanggal 9 Desember lalu, dimanfaatkan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk mengajak seluruh peserta dan stakeholder menumbuhkan budaya anti korupsi.
Komitmen tersebut dilakukan melalui beragam kegiatan kampanye yang diselenggarakan secara serentak di seluruh kantor cabang BPJAMSOTEK seluruh Indonesia dengan mengambil tema “Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi”.
Pada kampanye anti korupsi tersebut, Direksi dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK turut memberikan dukungannya dengan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang digelar di kantor pusat BPJAMSOSTEK,
Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Samarinda, Agus Dwi Fitriyanto mengatakan kegiatan ini merupakan momentum menciptakan lingkungan BPJAMSOSTEK yang bersih dari KKN.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan lingkungan BPJAMSOSTEK yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal tersebut penting bagi kami, sebagai salah satu institusi yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan sinergi yang baik dari berbagai pihak, sehingga kami juga melibatkan seluruh peserta dan stakeholder BPJAMSOSTEK,” ungkap Agus
BPJAMSOSTEK telah memiliki kanal pelaporan berupa Whistle Blowing System (WBS) yang dapat digunakan oleh peserta maupun masyarakat untuk melaporkan suatu perbuatan yang berindikasi pelanggaran di lingkungan BPJAMSOSTEK.
Pelapor dapat mengakses aplikasi tersebut melalui wbs.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Bagi pelapor yang tidak ingin diketahui identitasnya, BPJAMSOSTEK juga menyediakan fitur pelaporan tanpa harus melakukan registrasi atau secara anonim.
Melalui aplikasi ini masyarakat dapat melaporkan segala bentuk penyimpangan diantaranya pelanggaran, kecurangan, suap, konflik kepentingan, KKN, gratifikasi maupun asusila. BPJAMSOSTEK akan menjamin kerahasiaan seluruh identitas masyarakat yang membuat pelaporan melalui WBS.
“Semoga peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini dapat menjadi pemicu bagi kita untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta yang bebas dari segala bentuk penyimpangan. Saya juga mendorong seluruh peserta untuk turut mengawasi dan jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti segala pelaporan yang telah diberikan demi mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan pekerja Indonesia,” pungkas Agus.
Dalam mendukung kegiatan antikorupsi dalam pelaksanaan pelayanan PRIMA di kantor cabang, Agus tidak mentolerir praktik yang mengarah pada tindakan korupsi dan gratifikasi.
“Dalam menyelenggarakan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJAMSOSTEK menjalankan proses bisnisnya dengan menggunakan prinsip kehati-hatian dan Tata Kelola yang baik (good governance). Kami tidak akan mentolerir adanya praktik-praktik yang mengarah pada tindakan korupsi maupun gratifikasi dalam hal pengajuan klaim jaminan seperti percaloan maupun pungutan liar”, ungkap Agus.
Tambahnya, melalui peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) BPJAMSOSTEK mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkomitmen melawan seluruh bentuk korupsi dan bersama mewujudkan Budaya Antikorupsi.
”Peringatan Hakordia tidak hanya sebagai kegiatan rutin yang harus selalu diselenggarakan. Akan tetapi kegiatan seperti ini merupakan momentum untuk membentuk budaya anti korupsi yang akan menyadarkan masyarakat khususnya peserta dan karyawan akan pentingnya menolak korupsi. Pelaksanaan kampanye anti korupsi ini menunjukkan bahwa BPJAMSOSTEK Cabang Samarinda berkomitmen penuh untuk melawan seluruh bentuk korupsi, dan bersama membentuk budaya anti korupsi” tutup Agus. (*/kk)










