Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh pengelola bank sampah serta peserta yang turut serta hadir. Disisi lain, dengan adanya pelatihan ini, akan semakin menambah pengetahuan warga khususnya ibu-ibu dalam mengolah sampah secara tepat.
Dukungan penuh dari Lurah Sungai Siring juga menjadi penyemangat ibu-ibu untuk melaksanakan dan menjalankan pengelolaan di bank sampah walaupun terbilang masih baru. "Hal ini sangat mendukung untuk peningkatan kinerja bank sampah yang baru saja disahkan pada 1 Agustus 2022," kata Ketua Bank Sampah Cempaka, Endang.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen-dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ini berfokus pada pelatihan pembuatan pupuk organik salah satunya dari sampah-sampah organik sisa hasil kegiatan rumah tangga sehari-hari dan rumah tangga.
Selain pupuk organik juga diajarkan cara pembuatan eco-enzyme. Hal ini berkaitan dengan bahan baku pembuatan pupuk organik dan eco-enzyme yang ternyata ada perbedaan. “Besar harapan kami, sampah yang biasanya tidak didaur ulang dan tidak bernilai bisa menjadi lebih bernilai serta yang tidak bermanfaat menjadi lebih bermanfaat”. Pungkas Ibu Endang.
Tim dari Polnes mendukung penuh ibu-ibu pengelola sehingga dapat mempraktekan secara mandiri dan menghasilkan produk-produk yang dapat lebih bernilai ekonomis. (Adv)
Penulis: Faishal Ays
Editor: Rusdi