
Berbeda dengan masa pandemi Covid-19 dimana KKN digelar secara online membuat banyaknya kendala yang satu diantaranya adalah komunikasi karena dalam menjalankan program kerja harus turun ke lapangan, untuk tahun 2022 ini pelaksanaannya sudah terjun langsung ke masyarakat.
Wakil Ketua KKN Unmul Daryono kepada Korankaltim.com hari ini menjelaskan, KKN tahun ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu program utama, unggulan dan individu. hal yang sulit dijalankan saat KKN bersifat online.
"Saat kembali ke kondisi offline, kami bisa melaksanakan KKN secara maksimal karena mahasiswa selaku peserta KKN dapat berinteraksi dengan masyarakat juga pemerintah desa dalam menjalankan program KKN nya," kata Daryono.
Daryono menambahkan, saat KKN offline mahasiswa dapat maksimal dengan berinteraksi dengan masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah sekitar dan mereka dapat sharing ide seputar keadaan desa atau posko.
"Program kerja betul-betul dibangun dari dua sisi, pertama kebutuhan dari desa dan dari masing-masing kelompok," paparnya.
Ada dua penghargaan yang diberikan kepada Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan kelompok Mahasiswa KKN pada serah terima mahasiswa ini.
"Yang kami beri penghargaan terkait masalah produktivitas yang terbagi dalam beberapa kategori antara lain HKI, bookchapter hingga proseding, jurnal, dan lain-lain. Mahasiswa juga kami beri penghargaan untuk kategori video profil yang mereka buat dalam program utama KKN," ucap Daryono lagi.
Pembuatan video profil desa, sebagai upaya mahasiswa melihat potensi desa tersebut dan tersambung dengan program kerja peserta serta membuat tayangan yang menarik bagi desa dan itu berlaku untuk keseluruhan kelompok.
Mahasiswa dituntut untuk mencari spot-spot potensi yang bisa dikembangkan di desa, contohnya seperti di Desa Malahing, Kota Bontang.
"Desa itu memiliki potensi wisata hanya saja publikasi desa tersebut kurang. Karena itu dari itu hadirnya mahasiswa KKN akan merbantu dengan pembuatan video profil dan ini di sebar luaskan melalui media sosial," jelasnya.
Asisten I Pemprov Kaltim Syirajuddin mewakili gubernur pada acara tersebut mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademisnya.
"Ada 2.500-an lebih mahasiswa yang sudah menyelesaikan KKN dan tersebar di 10 kabupaten- kota tentu memiliki banyak pengalaman di tengah-tengah masyarakat," kata Syirajuddin.
Mahasiswa yang sudah KKN diyakini dapat pengalaman berharga. “Semoga pelaksanaan KKN bisa jadi pengalaman sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan akan menjadi bekal ke depannya. Tentu teori dan ide yang didapat di kampus bisa diaplikasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Dengan adanya IKN di Kalimantan Timur diharapkan sesuai dengan visi-misi gubernur salah satunya meningkatkan sumber daya manusia.
"Jangan sampai nanti IKN di PPU anak-anak muda tidak menyiapkan kemampuan, banyak sekali mahasiswa yang sudah membantu di desa dan kelurahan terkait perbaikan database dan ini harus dicermati setiap mahasiswa untuk mempersiapkan dirinya dalam membangun daerah," tutup Syirajuddin. (Adv)
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur