Adapun tema dari NI Fair ini yaitu Menuju Generasi Muslim yang Unggul dalam Berkarya dan Berbudaya. Ketua Yayasan Nurul Ilmi, Ustadz Sunarno mengatakan Nurul Ilmi Fair merupakan kegiatan dalam rangka menyambut milad Nurul Ilmi yang ke-21 tanggal 17 Juli 2001. Artinya Nurul Ilmi sudah berdiri sejak 21 tahun yang lalu dan Alhamdulillah sekarang memiliki enam lembaga pendidikan formal yaitu PAUD IT, TK IT, SDIT, SMP IT dan SMA IT Nurul Ilmi.
Nurul Ilmi Fair berlangsung selama lima hari yaitu mulai tanggal 13 Agustus 2022 sampai dengan 17 Agustus 2022. Acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara H Sunggono, dilanjutkan dengan tabligh akbar oleh ketua MUI Kutai Kartanegara Kyai Haji Abdul Hanan. Dihadiri oleh Camat Tenggarong, Lurah Kelurahan Baru, Sukarame dan Mangkurawang serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, para Ketua Komite, seluruh pengurus yayasan Nurul Ilmi dan seluruh orang tua murid serta seluruh siswa di lingkungan Yayasan Nurul Ilmi.

"Pada acara pembukaan ditandai dengan penandatanganan MoU dengan tujuh lembaga mitra, pertama dengan bimbingan belajar bahasa Arab Mustaqili Jakarta, Basic English Course Kampung Inggris Kediri, Perpustakaan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Bank Syariah Indonesia Cabang Kutai Kartanegara, Dana Peduli Umat Cabang Kutai Kartanegara dan PEDE Nusantara Madani untuk pengembangan Agro edu wisata," kata Sunarno kepada Korankaltim.com, Rabu (17/8/2022).
Jadi ke depan Yayasan menjadi lembaga pendidikan Islam yang modern yang memadukan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Dan tidak kalah pentingnya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk pengembangan bahasa Inggris dan bahasa Arab, dengan demikian diharapkan alumni SMA IT Nurul Ilmi nanti bisa diterima di perguruan tinggi berkelas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Insya Allah NI Fair akan menjadi agenda rutin tahunan tidak sekedar kegiatan rame-rame tapi ini semacam instrumen juga bagi lembaga Nurul Ilmi, mudahan dengan momen ini anak-anak bisa mengeksplor dirinya dalam berprestasi baik akademik seni budaya termasuk lainnya juga mengeksplor potensi tentang kepemimpinan, karena kita banyak melibatkan siswa dalam even ini, guru-guru sifatnya hanya mendampingi," terang Sunarno.
Sunarno berharap melalui even NI Fair ini, siswa-siswi Nurul Ilmi bisa menjadi generasi yang unggul dalam berkarya dan tidak melupakan budaya asli kearifan lokal. "Makanya ada lomba begasing, ada pidato dalam bahasa Kutai dan lomba kearifan lokal lainnya, semoga kedepan lebih baik lagi dalam melestarikan budaya lokal kita yang tidak boleh punah dari jati diri bangsa Indonesia," harapnya.
Hal senada ditambahkan Ketua Panitia, Muhammad Husen yang menyebutkan dari lima hari pelaksanaan NI Fair ini dimulai dengan Grand Opening launching sekolah agro edu wisata, jalan santai, penanaman pohon, seminar parenting, pembacaan Al Quran, lomba khas 17 Agustus dan kearifan lokal, puncaknya di hari Rabu dimulai upacara bendera dengan pembacaan Teks Proklamasi oleh Pembina Yayasan, Ustad H Ali Hamdi dilanjutkan pembagian hadiah pemenang lomba.
"Harapannya dari Nurul Fair ini karena mengangkat tema budaya semoga dari sini masyarakat lebih luas bisa melihat budaya asli kita, juga turut mendukung peningkatan perekonomian daerah karena kita selama NI Fair ini menyediakan lapak-lapak untuk UMKM dan yang terpenting melalui NI Fair ini kami peduli pada peningkatan pendidikan di Kutai Kartanegara ini," pungkas Husen.

Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur