Menurutnya, memang tidak mudah untuk mewujudkan pelayanan yang mampu memuaskan keinginan dari seluruh pelanggan, tetapi dengan gotong royong bukan tidak mungkin kualitas pelayanan jadi meningkat.
“Tentunya hingga saat ini masih banyak yang harus dibenahi di berbagai sisi, tapi kita optimis untuk selalu memberikan pelayanan optimal,” tuturnya Rabu (29/6/2022).
Diakuinya, memang banyak keluhan yang dirinya terima, namun hal tersebut menurutnya adalah menjadi bagian untuk terus meningkatkan pelayanan dan melakukan inovasi, seperti membuat sistem pelaporan melalui WhatsApp grup. Keluhan masyarakat terkait sulitnya melaporkan permasalahan yang terjadi di lapangan dirinya ubah dengan sistem yang lebih mudah.
“Kalau kita maju bersama, pelayanan pasti bagus, di Kecamatan Tanjung Redeb saya ajak warga terutama ketua RT untuk aktif berpartisipasi, semisal ada pipa bocor sedikit saja maka mereka akan langsung lapor, hal kecil seperti ini yang sangat membatu,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika ada pipa bocor kemudian tidak melapor dan segera dilakukan perbaikan, itu sama saja membuang-buang air. Kalau membuang air, ada masyarakat lain yang tidak bisa menerima air karena tekanan di jalur pipa menurun sehingga tidak sampai hingga ke ujung jaringan instalasi.
“Yang penting kita sama-sama, kalau ada kendala apapun ya kita tanggung bersama juga, karena ini perusahaan bersama yang harus dijaga semua masyarakat Berau,” pungkasnya. (adv)
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Desman Minang