"Diperkirakan ke depan akan hadir 2 – 3 juta orang yang akan hadir atau bahkan lebih yang akan bermigrasi ke Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara seiring dengan berpindahnya Ibu Kota Ke Kalimantan Timur, ini tentunya juga menjadi tantangan bagi masyarakat asli Kaltim maupun Kutai Kartanegara apakah kemudian kita sudah siap menyambut IKN dan bersaing dengan jutaan orang yang akan bermigrasi ke Kutai Kartanegara. Mulai dari orang yang memiliki skill hingga yang non skill pun akan pindah ke Ibu Kota Negara, ibarat layaknya mata air dimana ada mata air pasti disitu semua orang akan menuju dan mendatangi, itulah Ibu Kota Negara," kata Ferry kepada korankaltim.com, Kamis (12/5/2022).
Ferry melanjutkan, disinilah kemudian peran pemuda Kutai Kartanegara dalam mempersiapkan SDM, pemuda harus menjadi penggerak atau role model pembangunan SDM, pemuda harus mengambil peran lebih dalam berbagai macam dinamika yang ada hari ini khususnya dalam menyambut pembangunan IKN.
"Kita yakin dan percaya bahwa pemuda hari ini sampai pada puncak pembangunan IKN 2045, yang hari ini dinamakan pemuda meraka lah yang nanti nya pada tahun 2045 akan berperan lebih besar dalam proses pemerintahan maupun dinamika sosial, politik dan ekonomi yang ada di sekitaran IKN," jelasnya.
Banyak yang harus dipersiapkan, hari ini saja menurut data Bappeda Provinsi Kaltim angka kemiskinan Kutai Kartanegara mengalami kenaikan pada dua tahun terakhir dimana tahun 2020 sebesar 7,31% dan tahun 2021 mencapai titik tertinggi dalam Lima Tahun terakhir sebesar 7,99%. Kapasitas dan kapabilitas pemuda harus terus di Upgrade dan di tingkatkan, tidak hanya kemampuan akademis di sekolah maupun di kampus namun juga kemampuan non akademis semisal kemampuan Bahasa Inggris, Komputer dan lain sebagainya yang tidak kita dapatkan secara maksimal di bangku pendidikan.
Inilah yang kemudian harus disiapkan bersama, bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada khususnya pemerintah daerah Kutai Kartanegara untuk sama – sama merumuskan skema dan grand desain dalam penyiapan SDM yang unggul dalam menyiapkan pemuda dan masyarakat Kutai Kartanegara dalam menyambut pemindahan Ibu Kota Negara yang baru. Sehingga pemuda Kutai Kartanegara yang ada hari ini tidak Shock Culture ketika Ibu Kota Negara Baru nanti sudah Running atau berjalan.
Yang kemudian kita khawatirkan hari ini adalah pemuda kita agak cuek dengan Pemindahan IKN, tidak mempersiapkan diri, tidak mengupgrade diri sehingga ketika IKN sudah siap kemudian kita memaksakan diri untuk masuk di IKN, untuk membuka jejaring disana kemudian kita tidak bisa bersaing tidak bisa survive dengan pendatang yang mungkin notabene skillnya mungkin berada di atas kita. Inilah yang kemudian harus kita antisipasi.
"Ini yang kemudian menjadi semangat saya untuk mendirikan satu lembaga yang fokus dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya bagi pemuda yaitu Kumala Institute. Agenda ini juga sekaligus menjadi momen Grand Launching Kumala Institute, harapannya juga kerja – kerja lembaga ini bisa di suport oleh seluruh Stakeholder yang ada sehingga apa yang kemudian kita cita – cita kan bersama yaitu Sumber Daya Manusia yang unggul bisa tercapai," tegasnya.
Kegiatan diskusi publik ini menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Ir. H. Seno Aji serta Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi dan beberapa anggota dewan Kukar seperti Sopan Sopian dan Ria Handayani.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah