Acara itu sendiri merupakan rangkaian Gerakan Dakwah Cinta Zakat yang diadakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda dan pihak Kelurahan Dadi Mulya di Masjid Jabal Nur, Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda.
Program Kampung Zakat sendiri merupakan salah satu pendekatan agama terhadap pemberdayaan masyarakat. Hal ini karena posisi agama secara inheren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.
Dikatakan Wali Kota Samarinda Andi Harun, potensi zakat di Samarinda sangat besar dan apabila dikelola dengan benar, maka akan melahirkan muzaki (wajib zakat) baru yang akan tumbuh dan saling membantu, sehingga bisa ditargetkan untuk mendorong mewujudkan perekonomian kota yang maju, mandiri, berkerakyatan, dan berkeadilan.
“Islam memiliki dua keunggulan dibidang pemberdayaan ekonomi umat, yaitu zakat dan wakaf. Samarinda yang berpenduduk mayoritas muslim memiliki potensi zakat yang besar,” ujar Andi Harun memberikan sambutan.
Senada dengan Andi Harun, Ketua Baznas Kota Samarinda, Widiasmoro Eko Prawito menjelaskan, ada beberapa program penting yang digagas pada Kampung Zakat diantaranya adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang ditujukan kepada 3 ribu jiwa mustahik, serta program dakwah dan advokasi berupa pemberian bantuan langsung kepada 1.000 mustahik.
Ia menuturkan, misi Baznas Kota Samarinda ada lima yakni menjadikan Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang terpercaya dan modern, memaksimalkan literasi zakat dan peningkatan pengumpulan ZIS-DSKL secara masif dan terukur, memaksimalkan pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, dan mengurangi kesenjangan sosial, modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional dengan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait untuk pembangunan zakat.
“Salah satu aplikasi dari visi misi kami adalah adanya Kampung Zakat ini yang nantinya bersinergi dengan kelurahan dan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di Kelurahan Dadi Mulya, ini pilot project Baznas Samarinda,” ungkapnya.
Program utama lainnya adalah pendayagunaan, dimana masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok akan diberikan bantuan, pembinaan dan pendampingan dalam hal pengembangan ekonomi mikro.
Pada kesempatan yang sama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Samarinda Muhyiddin Dj juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas yang telah mendaftarkan program BPJS Ketenagakerjaan ditujukan kepada 3 ribu jiwa mustahik yang diantaranya bahwa pemberian BPJS kepada imam, marbot masjid, musala atau langgar, guru ngaji dan petugas fardu kifayah merupakan yang pertama diadakan di pulau Kalimantan. (adv)
Sumber: Rilis BPJS Ketenagakerjaan Samarinda
Editor: Maruly Z