Rektor Unmul, Profesor Masjaya menyebutkan bahwa beasiswa bagi masyarakat yang diberikan oleh perusahaan merupakan bentuk perhatian perusahaan terhadap daerah tempat mereka bekerja.
“Karena kan tidak selamanya tambang ini akan beroperasi. Bagaimanapun Sumber Daya Alam (SDA) bisa habis suatu saat nanti,” ujar Masjaya.
Program beasiswa tersebut juga disebut-sebut selaras dengan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Hal senada diungkapkan Direktur PT Indexim Coalindo, Muliawan Margadana menyebutkan bahwa pihaknya memahami bahwa SDA yang dikelola pihaknya tidak bersifat selamanya. Sehingga perlu untuk mengembangkan beragam potensi yang ada.
“Supaya ke depan masyarakat yang ada, maupun karyawan kita sendiri siap untuk mengembangkan potensi yang ada. Tidak bergantung ada energi yang tidak bisa diperbaharui ini,” ujarnya.
Penandatangan MoU antara Unmul dan PT Indexim Coalindo ini merupakan langkah awal dalam berbagai kerjasama yang mungkin terjalin antara kedua pihak.
Pemberian kuota beasiswa dimulai dari 10 orang dan akan meningkat setiap tahunnya, namun diutamakan dari masyarakat di ring 1 PT Indexim Coalindo. (ADV)
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Supiansyah