Antusiasime dan kebahagiaan terlihat dari raut wajah orangtua peserta didik yang mengantarkan buah hati mereka melakukan vaksin yang disuntikkan bagi murid yang tidak mengikuti vaksinasi serentak yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
"Sejauh ini anak-anak tidak ada kendala, semuanya tersuntik dengan aman dan tentunya bimbingan orang tua sangat dibutuhkan dalam situasi ini," kata Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Samarinda Ulu Kushartoyo kepada Korankaltim.com siang tadi.
Ada 2.928 murid yang berasal dari 27 sekolah di Samarinda Ulu dan hanya ada beberapa anak yang tidak dapat divaksin karena kondisi kesehatan yang tidak fit.
Kushartoyo mendorong penuh gerakan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun yang menurutnya merupakan sebuah ikhtiar dan usaha untuk kembali memulihkan kondisi sehingga proses pembelajaran yang selama 2 tahun terkendala ini dapat berjalan dengan lancar.
Meski vaksinasi bukanlah persyaratan khusus terlaksananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan tetapi Kushartoyo mengatakan ini suatu keharusan demi memaksimalkan pemerataan vaksin terhadap peserta didik.
"Harapan saya kedepannya murid dan guru sudah divaksin supaya bisa belajar dengan baik karena saat ini belajarnya masih terbatas dan masih masa pemulihan. Mudahan pandemi cepat berlalu lalu sekolah dapat berjalan normal," harap Kushartoyo.
Kushartoyo berterima kasih kepada orangtua yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan sehingga agenda vaksinasi tersebut berjalan dengan aman tanpa ada penolakan dari anak didiknya.
Setelah vaksinasi tahap pertama sudah dilakukan merata maka seluruh kepala sekolah di Samarinda Ulu turut mendukung vaksinasi tahap kedua.
"Kami selesaikan dulu vaksin dosis 1, kalau sudah selesai diusahakan vaksinasi tahap kedua demi kesehatan bersama dan kelancaran pembelajaran," pungkas Kushartoyo
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur