Ketua Prodi S1 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Anis Siti Nurrohkayati mengatakan, K3 hal yang sangat penting namun cenderung jarang diperhatikan.
Saat ini, justru hanya diterapkan pada dunia bekerja, tetapi tidak dalam beraktivitas sehari-hari.
Padahal dalam penerapan K3 itu mengedepankan pencegahan. Sangat disayangkan kebanyakan orang tidak berfikir ke arah sana. Semestinya jangan sampai terjadi bahaya baru sadar hal itu penting."Padahal harus hati-hati dulu, dengan mengedepankan upaya preventif," kata Anis Minggu (26/12/2021) kemarin.
Masyarakat umum sudah sepatutnya harus sadar dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan penerapan K3 seperti contoh kehidupan di rumah, ketika ibu-ibu masak itu kan harus ada keamanannya, misal tentang penggunaan gas, hingga cara menyimpannya biar aman.
Sejauh ini masyarakat masih belum secara penuh memperdulikan arti pentingnya K3 seperti saat berkendara, masyarakat masih sering mengabaikan pentingnya menggunakan safety helm ataupun berkendara sesuai marka.
"Jadi terkesan menggunakan helm atau menaati marka hanya takut ketika ada polisi, bukan berpikir untuk menjaga atau mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi Lebih takut dirajia daripada jaga kesehatan," paparnya.
Demi memberikan edukasi kepada khalayak ramai, pihaknya bersama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), dan Ikatan Keluarga Alumni Teknik Pertambangan Universitas Mulawarman (IKA TP Unmul) menggelar kegiatan lomba fotografi K3, yang menyasar para mahasiswa dan masyarakat umum.
"Harapannya dengan kegiatan ini orang-orang lebih tahu tentang K3, ini untuk kita sendiri bukan untuk siapa-siapa," tegas Anis.
Lomba ini sebagai rangkaian dari pelaksanaan Webinar K3 tanpa membatasi jumlah pendaftar serta kualitas gambar, namun cukup mengedepankan value dari gambar tersebut. Berawal menyasar mahasiswa di Samarinda, ternyata pendaftar berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.
"Jadi semua pendaftar ada 63 karya foto K3 dan kami sudah tentukan siapa pemenangnya. Dari UMKT dan PT MHU yang jadi jurinya," ungkapnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan persiapan untuk menggelar lomba yang lebih besar lagi. Tidak hanya dari Prodi Mesin, melainkan tingkat Fakultas Teknik.
Diketahui lomba ini para dosen dan mahasiswa yang menjadi kepanitiaannya. Salah satu Panitia Pelaksana, Noer Aden Bahry menerangkan sebenarnya sangat tidak menyangka ketika lomba ini menjadi tingkat Nasional, karena niat awal hanya cukup mahasiswa dan masyarakat di Kaltim saja. Lomba tersebut cukup berkorelasi dengan tema, dengan poin berhubungan K3.
"Jadi ada yang kirim foto lagi senam, anteri lampu merah tidak melewati marka jalan, membuang sampah. Intinya yang berkaitan K3," terangnya.
Dari 63 foto itu langsung diseleksi oleh UMKT dan PT MHU, terdapat berbagai juara diantaranya juara umum 1-5, juara favorit 1-5, serta 10 juara dengan kategori penyuka terbanyak di Instagram.
Aden yang merupakan asisten dosen ini menjelaskan dalam beraktivitas khususnya di dunia kampus sudah harus dipersiapkan terkait K3 dalam laboratorium misalnya.
"Karena K3 itu dampaknya bukan hanya person saja tapi bisa mempengaruhi orang lain. K3 itu penting bagi setiap bagian masyarakat, harus diperhatikan. (Adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur