Acara yang digagas dan diselenggarakan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II tersebut juga dihadiri para unsur Forkominda, akademisi, mahasiswa serta komunitas siber.
Kegiatan yang dibuka oleh Panglima Kogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus itu mengangkat tema “Desain Arsitektur Ruang Siber Ibu Kota Negara dalam Persfektif Pertahanan dan Keamanan Guna Meningkatkan Cyber Awareness di Ruang Publik.”
Pada kesempatan itu, Panglima Kogabwilhan II mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah merubah realitas baru di era digital saat ini adalah dengan hadirnya wilayah non fisik yang dikenal sebagai ruang siber (cyber space).
Cyber space didefinisikan sebagai suatu realitas baru yang tercipta karena adanya teknologi internet dimana interaksi antar masyarakat terjadi secara virtual dan melampaui lintas batas negara.
Dikatakannya, dengan adanya realitas baru di ruang siber telah menyebabkan bergesernya konsep perang antar negara yang sebelumnya terbatas pada peperangan secara fisik tetapi berkembang pada perang di ruang siber atau yang dikenal dengan istilah cyber war.
Dalam konsepsi cyber war jelasnya, pelaku atau aktor dalam perang tersebut tidak hanya terbatas pada negara saja, tetapi juga individu, non pemerintahan (non state), jaringan teroris, kelompok kejahatan terorganisasi, maupun sektor swasta seperti internet and provider company.
Seminar kali ini mendatangkan tiga narasumber yaitu Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal, Kasubdit 5 Ditkrimsus Polda Kaltim Kompol Sugeng Subagio dan Prof Dr Eko Indrajit.
Selain Kasdam VI/Mlw, seminar ini juga dihadiri, Dansatsiber TNI, Wakil Gubernur Kaltim, Wakapolda Kaltim dan Wali Kota Balikpapan.
Sumber: Pendam VI/Mlw
Editor: Maruly Zainuddin