Account Executive PT Pupuk Kaltim, Rendi Purwadi menyampaikan panen raya dalam program Agrosolution ini merupakan yang kali pertamanya dilakukan di Kaltim.
Desa Loh Sumber merupakan desa yang ke-5 di Kaltim. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan di 4 desa, masing-masing dua desa di Kutai Timur, dan Paser. Dan baru di Bumdes ini yang melakukan panen raya.
Panen kali ini, terlihat cukup memberikan dampak positif terhadap hasil produksi dari petani. Harapannya, berawal dari Bumdes Sumber Purnama, dapat menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya.
"Jika Program Agrosolution ini dirasakan manfaatnya, semoga bisa diikuti oleh desa lain," kata Rendi.
Rendi mengemukakan, Program Agrosolution ini merupakan alternatif penyelesaian masalah bagi petani. Untuk membantu petani yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk subsidi karena keterbatasannya dari pemerintah. Karenanya, Pupuk Indonesia (PI) berikan alternatif penggunaan pupuk non sunsidi. Namun, agar tidak memberatkan petani, pihaknya pun memberikan program bantuan.
"Harapannya dengan program ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani," ujarnya.
PT Pupuk Kaltim memiliki amanah untuk mengentaskan target yang diberikan oleh PI. Dimana, dalam satu tahun PT Pupuk Kaltim yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara itu harus mencapai 12.000 hektar.
"Semoga daerah yang lain pun dapat mengikuti program Agrosolution ini," ucap Rendi.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana menambahkan, berdasarkan data yang ada di tahun 2021 ini mengalami kekurangan luas tanam dan panen akibat terdegradasi wilayah tanam, disebabkan dari masuknya sektor lain.
Sebabnya, adanya program Agrosolution ini sangat positif untuk pembangunan tanaman pangan di kaltim.
"Program ini cukup baik. Mengajarkan petani bukan hanya bertani saja, tetapi juga menjadi pengusaha di bidang pertanian. Jadi lebih mandiri," tuturnya.
Agrosolution dari PT Pupuk Kaltim ini mengajarkan untuk profesional. Harapannya titik-titik desa pertanian dapat diperbanyak dan perluas. Selain di Loa Kulu, harus ada juga di daerah lain.
Ketua Bumdes Sumber Purnama, Sudarmaji menyampaikan atas keberanian dirinya untuk menjalankan program Agrosolution dari PT Pupuk Kaltim ini akhirnya dapat terlihat hasilnya.
"Kualitas gabah itu terlihat perbedaannya. Kuantitasnya juga berbeda. Kalau dulu hanya 3-4 ton saja. Sekarang ada peningkatan sampai 6 ton bahkan lebih," ungkapnya.
Pihaknya menyampaikan banyak berterimakasih dengan adanya program Agrosolution dari PT Pupuk Kaltim ini.
Kepala Cabang Jasindo Samarinda, Ibnu Patria As Sidik, menyampaikan desa-desa yang lain sebenarnya bisa belajar dengan Bumdes yang ada di Loa Kulu ini, agar bisa menghasilkan hasil padi yang berkualitas dan bernilai cukup tinggi.
"Saya bekerjasama dengan PT Pupuk Kaltim sebagai perusahaan asuransi siap membantu petani yang mengalami kerugian," tuturnya.
Penulis: Faishal
Editor: Desman Minang