
“Kami turut prihatin dengan kegiatan belajar mengajar di perbatasan ini,banyak kendala yang dihadapi baik guru maupun murid dalam pembelajaran, maka dari itu, kami akan terus aktif memberikan bantuan dengan apapun yang kami bisa, salah satunya dengan memberikan tenaga pendidik kepada anak sekolah. Tak lupa, kami juga selalu bersinergi dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa,” ucap Letkol Indar Irawan.
Selain membantu dalam bentuk tenaga pendidik, Satgas Pamtas Yonif 614/Rjp juga membantu memberikan sarana belajar berupa buku tulis untuk siswa siswi yang ada, agar dapat digunakan dalam proses belajar. Adapun tim pengajar yang dikoordinir oleh Sertu Heru beserta 5 anggota Satgas Pamtas RI-Mly Yonif 614/Rjp.
Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala SDN 009 Malinau Barat, Yantusau,SPd menyampaikan, pertimbangan masuknya kembali siswa siswi dalam belajar tatap muka di tengah Pandemi Covid-19 ini semata-mata karena anak di perbatasan banyak yang tidak memiliki alat komunikasi elektronik untuk menggelar kelas online, ditambah dengan sulitnya sinyal internet, sehingga pihak sekolah kesulitan untuk menyampaikan pelajaran atau memberikan tugas-tugas sekolah.
Dengan dibukanya kembali kelas reguler ini mudah-mudahan dapat membantu siswa mempelajari materi yang ada dalam buku sekolah dan tentunya dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.
“Jika seperti ini terus kapan anak-anak bisa belajar kalau bukan di sekolah, untuk itu kita tetap pedomani protokol kesehatan saat menggelar kelas regular,” katanya.
Kegiatan perbantuan tenaga pengajar Satgas Pamtas RI-MALAYSIA Yonif 614/Rjp merupakan salah satu dari sekian banyak program Satgas dalam upaya membantu dan melayani masyarakat di perbatasan. Hal tersebut menunjukan bahwa Satuan Tugas di bawah Komando Letkol Inf Indar Irawan SE, M. Han,serius dalam menangani segala kesulitan warga di Perbatasan. (Adv)
Sumber: Pendam VI/Mulawarman
Editor : Bambang Irawan