
Turut serta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Tri Budi yang merupakan Pejabat Pemeriksa Hasil kerja (PJPHP) Bidang SD, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Muara Kaman.
Rombongan diterima Basrun, Guru SDN 022 Desa Lebaho Ulaq.
Basrun mengatakan, beberapa tahun ini SDN 022 selalu terendam banjir.
Tentunya ini sangat menganggu dalam aktivitas proses belajar dan mengajar para guru dan murid.
Aset yang dimiliki sekolah banyak mengalami kerusakan seperti buku dan dokumen penting lainnya karena banjir cepat serta sering mendadak. Kerap malam hari. Struktur bangunan sekolah berada di dataran rendah.
“Selain bangunan yang rendah, SD ini juga kekurangan ruang kelas baru (RKB) sehingga harus memakai rumah dinas guru sebagai ruang kelas dan terpaksa harus membatasi penerimaan murid baru. Kami berharap kepada Komisi IV dan instansi terkait untuk menganggarkan RKB baru untuk SDN 002,” pinta Basrun.
Mutoyib mengatakan pihaknya bisa melihat secara langsung kondisi sekolah yang ada.
Menurutnya, SD 022 ini sudah harus direnovasi berat karena bangunan sudah lapuk dimakan usia.
Letak bangunan sekolah juga rata dengan jalan sehingga terendam jika turun hujan deras. “Kita juga melihat secara langsung sarana prasarana sekolah juga sangat kurang, banyak anak-anak hanya belajar tidak menggunakan kursi dan bangku, kasihan anak-anak hanya melantai,” ungkapnya.
“Bagaimana kualitas pendidikan bisa meningkat jika kenyamanan proses belajar mereka tidak ada, kita segera laporkan kepada pimpinan komisi dan DPRD Kukar agar secepatnya melakukan RDP dengan dinas Instansi terkait sehingga persoalan ini segera bisa teratasi,” pungkas Mutoyib.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M. Hudli