Para kepala daerah ini diminta menyampaikan metode
menciptakan kualitas kota yang layak ditinggali dan upaya melestarikan
kelangsungan kota layak huni. Artinya, Pemerintah Kota Bontang diakui memiliki
komitmen kuat untuk mengembangkan kota yang layak huni dan berkelanjutan.
"Alhamdulillah, ini merupakan kebanggaan buat Bontang
karena terpilih sebagai kota yang diundang untuk bisa berbagi tentang membangun
kota yang berkualitas," kata Neni (16/7).
Dilanjutkannya, tidak ada konsep yang bisa diterima secara
umum mengenai kota layak huni atau liveable. Namun secara umum, bisa diterima
bahwa kelayakan kota menyangkut dua hal, yaitu kualitas hidup dan kenyamanan
hidup.
Oleh karena itu, langkah Pemkot Bontang meningkatkan
kualitas hidup dengan cara memperbaiki kualitas pelayanan infrastuktur,
kesehatan, pendidikan, ketersediaan listrik dan air, meningkatkan pertumbuhan
ekonomi, ketersediaan pangan, serta kerukunan umat beragama karena di Bontang
penduduknya multietnis.
"Dan untuk rasa nyaman pemerintah memberikan pelayanan
publik yang cepat dan berkualitas lewat satu pintu," imbuhnya.
Sementara untuk meningkatkan kualitas lingkungan dilakukan
dengan menyiapkan ruang terbuka hijau, gerakan jumat bersih, mengolah limbah
dengan melibatkan masyarakat, serta membangun kota tanpa kumuh secara bertahap.
"Dan tentunya bekerja sama dengan seluruh stakeholder
untuk membangun kota," tukasnya.
Pertemuan tersebut juga dimeriahkan pameran tentang pengembangan
infrastruktur perkotaan, metode perencanaan perkotaan terbaru yang akan
dipresentasikan oleh organisasi internasional dan perusahaan swasta.
Selain itu dilakukan pula pembacaan deklarasi oleh seluruh
peserta dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu membuat kota
aman, inklusif, tangguh, dan sustainable. Sebagai informasi, World Cities
Summit adalah rangkaian konferensi internasional tentang pemerintahan publik
yang efektif dan pengembangan kota yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menyatukan praktisi dan pembuat kebijakan
serta para ahli terkemuka di bidangnya agar dapat mengidentifikasi solusi
inovatif untuk tantangan terberat yang dihadapi kota.
Peserta di WCSMF terdiri dari 74 Walikota dan Gubernur
terpilih, yang akan berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam menghadapi
tantangan perkotaan dan membawa perbaikan dalam kondisi kehidupan perkotaan.
(adv/hms9)