“Air yang digunakan untuk membudidayakan ikan masih bisa digunakan untuk periode selanjutnya, dan pakan juga tidak perlu melakukan penambahan walau jumlah ikan lebih banyak dari jumlah biasanya,” ucapnya.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa dengan ukuran kolam diameter 3 meter dan kedalaman 1 meter mampu menampung 3.000 ekor ikan.
“Biasanya dengan ukuran yang sama pelaku budidaya ikan hanya berani mengisi 500 ekor bibit ikan, tapi dengan menggunakan sistem bioflok ini kami berani mengisi sampai 3.000 ekor ikan,” jelasnya.
Karena dengan menggunakan sistem ini, lanjutnya, pengelolaan kolam dibantu dengan alat khusus yang mampu meningkatkan kadar oksigen di dalam kolam.
“Jadi nanti ada perlengkapan yang mendukung meningkatkan suplai oksigen di dalam kolam, kemudian kami juga mencanangkan menggunakan pakan probiotik,” terangnya.
Setelah melakukan penerapan pengelolaan kolam dengan sistem ini, menurut Rudiansyah, masyarakat banyak yang tertarik dan ingin mencoba menerapkan sistem bioflok.
“Setelah ini terlihat berhasil di salah satu pelaku budidaya ikan di Tanah Grogot, saat ini banyak masyarakat yang berkeinginan menerapkan sistem bioflok ini. Jadi nanti kami akan laksanakan pelatihan untuk masyarakat guna mendukung animo masyarakat yang begitu besar dengan sistem budidaya ikan ini,” pungkasnya. (adv/dc1217)