Pelajaran politik ini diberikan kepada mahasiswa dan siswa yang telah memiliki hak pilih. Dimana mahasiswa di ajak untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemilihan, mulai dari kampanye hingga masa pencoblosan.
Sosialisasi tersebut juga memberikan pemahaman mengenai alur penangan pelanggaran pemilu. Ini merupakan salah satu cara mencegah terjadinya kecurangan pada saat pesta demokrasi mendatang.
Ada dua sesi materi yang disampaikan pada sosialisasi tersebut, yang pertama sosialisasi terkait peraturan tentang kampanye dan pelanggaran yang disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Muhammad Idris, dan peraturan penindakan pelanggaran yang dibawakan oleh Komisioner Bawaslu Budi Wibowo.
“Mengawasi jalannya pemilu adalah pekerjaan kita semua ayok kita awasi riang gembira,” ujar Budi
Muhammad Idris meyakini para pelajar merupakan orang yang terdidik, dan merupakan orang yang idealis sehingga pihaknya sangat membutuhkan untuk membantu Bawaslu melakukan pengawasan.
“Kami melibatkan pelajar dan mahasiswa dengan tujuan meraka bisa menularkan ilmu yang terlah kami berikan kepada keluarga lingkungan sekolah kampus dan lingkungan masyarakat,”ujarnya
“Kami tidak akan cukup mengawasi Kaltim hanya dengan mengandalkan orang - orang di Bawaslu, Jadi peran mahasiswa dan pelajar untuk mengawasi jika melakuakan elanggaran laporkan kami siap menerima laporan,” tutupnya. (adv/yul)