Pengendalian dapat dilakukan, sementara pihak Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR melakukan investigasi. Menurut Agus, akibat kejadian tersebut, menimbulkan kekahawatiran di tengah masyarakat yang kerap melewati jembatan.
“Banyak masyarakat mengaku khawatir terhadap kondisi jembatan. Kami tidak mau mengambil resiko, karena ini menyangkut keselamatan orang banyak. Sebelum adanya kepastian dari pihak yang berkompeten untuk memutuskan jembatan itu aman untuk dilewati., ebih baik dilakukan pencegahan atau pembatasan arus lalu lintas di atas jembatan,” terang Agus.
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai persoalan jembatan tersebut, Politikus Gerindra menyebutkan akan segera melakukan hearing dengan pihak-pihak terkait seperti PU Kaltim, perhubungan, KSOP, Kepolisian. “Dalam waktu dekat, kami akan segara memanggil pihak terkait untuk membahas lebih jauh masalah ini. Karena ini menyangkut nyawa orang banyak,” beber Agus.
Sementar itu, Komandan Patroli KN 307, Kesyahbandaran dan Oritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Rachmad Sangaji menuturkan, konidisi fender jembatan sudah diperika. Kuat dugaan ada indikasi keretakan terhadap pilar utama jembatan.
Untuk kondisi fender jembatan sendiri, ia mengatakan salah satu hilang dari total tiga fender yang ada akibat tabrakan yang terjadi beberap hari lalu. “Sebenarnya ada tiga fender di bawah jembatan. Sekarang sisa dua, satunya sudah hilang,” terang Rachmad.
Pun demikian, ia juga mengaku bahwa fender memang berfungsi untuk menahan baik itu berupa benturan, ataupun tabrakan. “Jadi, fungsi vander itu sebagai bamper, mengantisipasi agar tidak terkena tiang utama jembatan. Tapi jika terus ditabrak, bahaya juga lama-lama,” bebernya
Untuk diketahui, Jembatan Mahakam yang menghubungkan Samarinda Kota dan Samarinda Seberang kembali ditabrak ponton batubara, Minggu (29/4/2018) siang. Peristiwa ini sempat membuat heboh. Beberapa saksi mata menyebutkan, kuatnya benturan yang terjadi mengakibatkan badan jembatan bergetar. (adv/hms6)