"Guys, saya ditipu di Facebook Marketplace," jelas Krysta lewat TikTok-nya yang diberi nama ItsKrystaLewis, mengungkapkan penipuan berbahaya yang dialaminya.
"Kemarin saya memutuskan untuk membuat daftar barang-barang yang ingin saya jual, seperti yang dilakukan semua orang,” kisah Krysta.
Setelah menjual barang di Facebook dalam Marketplace, ada seseorang tak dikenal yang menanyakan kepadanya sebuah meja yang hendak dijual Krysta.
"Saya ditanya apakah meja itu masih ada, saya bilang ada, dia jawab oke dan meminta saya mengirim pesan pribadi juga mengatur waktu untuk bertemu,” paparnya.
"Kemudian orang itu mengirimi saya kode berupa angka yang harus saya kirimkan kembali kepadanya untuk mengonfirmasi kalau memang saya penjual barang itu. Untuk orang seusia saya, tentu saya berpikir itu adalah sesuatu yang cerdas karena pembeli membuat kode sendiri menghindari penipuan. "Tapi sebenarnya yang dia inginkan adalah memverifikasi ponsel saya karena kode yang dikirimkan kepada saya didapatkannya Google Voice,” ungkap Krysta yang berbisnis di perusahaan kecantikan Aisling Organics.
Setelah mengirim balik kode angka itu, ternyata si pembeli yang tak dikenal tadi mengklaim nomor teleponnya dan menggunakannya menelepon orang lain, berpura-pura itu adalah Krysta. "Harap berhati-hati dan jangan pernah mempercayai nomor verifikasi Google Voice," tegasnya.
Krysta baru menyadari nomor teleponnya disalahgunakan setelah teman-temannya dihubungi si penipu tadi. “Akhirnya saya tahu orang itu yang me-hack nomor telepon saya dan mengambil alih untuk melakukan penipuan,” paparnya.
Diketahui, selama bertahun-tahun sejak teknologi kian maju secara teratur penipu mencari mangsa lewat media sosial termasuk WhatsApp.
Diketahui penipuan dunia maya dan peretasan yang menargetkan pengguna web meningkat jelang Natal dan Tahun Baru 2021. Para penjahat teknologi ini menggunakan berbagai taktik termasuk "rekayasa sosial".
Editor: Aspian Nur