Apa yang dilakukan Youtube demi mencegah semakin luasnya penyebaran kesalahan informasi kesehatan selama pandemi berlangsung di dunia. Karena itulah konten milik Robert F Kennedy Jr dan Joseph Mercola pun terkena imbasnya. Kennedy adalah salah satu pendukung paling terkenal dari teori yang dibantah bahwa vaksin menyebabkan autisme sementara Mercola sangat kritis terhadap vaksin sambil mempromosikan terapi alternatif.
Meski jumlahnya ada 130 ribu yang sudah dihapus, namun sejatinya diperlukan lebih banyak lagi ruang untuk menekan klaim palsu mengenai vaksin tersebut yang muncul secara online. Di bawah aturan baru, konten apa pun yang secara keliru menuduh vaksin menyebabkan masalah kesehatan kronis akan dihapus, begitu juga video yang menyertakan informasi yang salah tentang konten vaksin.
Media sosial dan platform internet baik Facebooka,Twitter dan Instagram juga Google telah berulang kali didesak untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi penyebaran misinformasi online ini. Jutaan posting telah diblokir atau dihapus dan sejumlah aturan baru dan petunjuk untuk informasi kesehatan resmi telah diperkenalkan di sebagian besar platform.
Namun para kritikus menyarankan tidak cukup banyak yang dilakukan untuk memperlambat penyebaran konten berbahaya sejak awal pandemi. "Kami terus melihat klaim palsu tentang vaksin virus corona menyebar ke informasi yang salah tentang vaksin secara umum," kata perwakilan perusahaan Youtube dalam sebuah posting blog dilansir dari laman Dailymail.com Kamis (30/9/2021) hari ini. "Kami sekarang berada pada titik dimana lebih penting untuk memperluas pekerjaan yang kami mulai dengan Covid-19 ke vaksin lain," imbuh mereka.
Youtube akan menghapus video yang didalamnya menyebarkan informasi lebih kepada tuduhan vaksin resmi bisa menyebabkan efek kesehatan kronis juga unggahan mengenai vaksin tidak mengurangi penularan atau kontraksi penyakit. Karena itulah YouTube menegaskan akan menghapus video apa pun yang juga mengandung informasi yang salah tentang zat yang terkandung dalam vaksin. "Itu termasuk konten yang salah menyebarkan informasi kalau vaksin menyebabkan autisme, kanker atau infertilitas," tulis YouTube dalam posting blog yang dibagikan oleh Google tersebut.
YouTube sejatinya mengejar ketertinggalan mereka terhadap larangan ini dari perusahaan media sosial lainnya, karena Facebook sudah melarang informasi yang salah tentang semua vaksin tujuh bulan lalu. Namun, terlepas dari larangan informasi, halaman Mercola dan Kennedy masih aktif di Twitter dan Facebook sementara Youtube sudah tak menampilkannya. Selain menghapus informasi yang salah, YouTube bekerja sama dengan sumber resmi untuk menghadirkan lebih banyak video ke platform termasuk National Academy of Medicine dan Cleveland Clinic.
Kepala perawatan kesehatan YouTube Garth Graham mengatakan kepada Washington Post, tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi ilmiah di depan dan di tengah dengan harapan menarik perhatian mereka sebelum mereka terjebak dalam jaringan informasi yang salah. “Ada informasi, bukan dari kami, tetapi informasi dari peneliti lain tentang misinformasi kesehatan yang menunjukkan semakin dini Anda bisa mendapatkan informasi di depan seseorang sebelum mereka membentuk opini, semakin baik,” kata Graham.
YouTube menambahkan akan ada 'pengecualian penting' untuk peraturan baru yang mereka buat, termasuk konten tentang kebijakan vaksin, uji coba vaksin baru, dan riwayat keberhasilan atau kegagalan vaksin. Kesaksian pribadi yang berkaitan dengan vaksin, yang menurut perusahaan merupakan bagian penting dari diskusi publik seputar proses ilmiah, juga diperbolehkan. "Pembaruan kebijakan hari ini adalah langkah penting untuk mengatasi kesalahan informasi vaksin dan kesehatan di platform kami," kata perusahaan itu.
“Kami akan terus berinvestasi secara menyeluruh dalam kebijakan dan produk yang memberikan informasi berkualitas tinggi kepada pemirsa kami dan seluruh komunitas YouTube.” papar mereka. Jika Anda memiliki akun Youtube dan ditandai sebagai melanggar kebijakan, konten tersebut akan dihapus dan Anda akan menerima email untuk menjelaskan alasannya.
Pada pelanggaran pertama kali akan ada peringatan, tetapi YouTube kemungkinan tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut selain menghapus video dari penayangan publik. Pengguna yang terus mengunggah konten terlarang akan dihentikan salurannya biasanya setelah tiga teguran dalam 90 hari. Diketahui teori konspirasi dan informasi yang salah tentang vaksin virus corona menjamur di media sosial selama pandemi.
Penelitian oleh Center for Countering Digital Hate (CCDH) awal tahun ini menemukan 65 persen konten informasi yang salah di media sosial dikaitkan dengan selusin orang, termasuk Kennedy dan Mercola. Unggahan dari 12 orang tersebut mengklaim pandemi virus corona tidak nyata, masker tidak berpengaruh pada penularan, berbagi perawatan virus corona yang belum terbukti dan klaim yang tidak berdasar vaksin Covid-19 menimbulkan ancaman bagi ibu hamil.
Vaksin merupakan jantung dari perjuangan jangka panjang untuk menghentikan virus corona baru, sehingga postingan yang menunjukkan vaksin tidak efektif atau berbahaya dapat mengurangi penyerapan akal manusia. Ini adalah pergeseran untuk YouTube, yang mengalirkan lebih dari satu miliar jam konten setiap hari, karena telah lama menolak pengawasan konten terlalu berat. Selasa kemarin, siaran berbahasa Jerman yang didukung negara Rusia dihapus dari YouTube, karena perusahaan mengatakan saluran tersebut telah melanggar kebijakan misinformasi Covid-19.
Rusia pun menyebut langkah itu sebagai agresi informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengancam akan memblokir YouTube. Namun YouTube melakukan pembelaan diri. “Pembaruan kebijakan hari ini adalah langkah penting untuk mengatasi kesalahan informasi vaksin dan kesehatan di platform kami dan kami akan terus berinvestasi secara menyeluruh dalam kebijakan dan produk yang membawa informasi berkualitas tinggi kepada pemirsa kami dan seluruh komunitas YouTube,” tegas mereka.
Editor: Aspian Nur