Ini Emoji yang Paling Sering Digunakan Pemegang Gawai di Dunia
3 menit baca2.382 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, JAKARTA -Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan gadget atau gawai seolah tak lepas dari keseharian manusia di dunia saat ini.
Banyaknya aplikasi yang ada dan diunduh membuat semua orang bebas mengekspresikan diri di media sosial, baik lewat tulisan maupun gambar.
Satu diantara platform yang tersedia di aplikasi tersebut adalah emoticon atau emoji, gambar kartun kecil yang biasa digunakan untuk mengekspresikan situasi si pengguna gawai saat itu.
Terutama generasi milenial, mereka menganggap emoji sebagai bahasa keren yang biasa disertakan dalam komunikasi teks.
Istilah emoji sendiri berasal dari bahasa Jepang. Awalnya penggunaan emoji terbesar ada di Twitter, dan berkembang dari negara berbahasa Inggris, negara berbahasa Spanyol dan penutur bahasa Arab.
Menurut peneliti dari Adobe yang melakukan survei 7.000 pengguna di Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Australia, dan Korea Selatan menyatakan emoji terpopuler di dunia adalah emoji terbahak-bahak.
Sedangkan emoji jempol ke atas berada pada urutan kedua, diikuti oleh emoji hati merah. Sementara emoji genit seperti mengedipkan mata dan mencium dan wajah sedih dengan air mata, masing-masing berada pada urutan lima besar populer emoji di seluruh dunia.
Pembuat perangkat lunak Adobe merilis temuan dari Laporan Tren Emoji Global 2021 untuk memperingati Hari Emoji Dunia Sabtu (17/7/2021) kemarin.
"Saya menggunakan segalanya kecuali emoji tertawa. Saya berhenti menggunakannya beberapa waktu lalu karena saya melihat orang yang lebih tua menggunakannya, seperti ibu saya, kakak laki-laki saya dan hanya orangtua pada umumnya," kata Walid Mohammed, pengguna gadget.
Laporan Emoji Trend terbaru Adobe juga memeriksa tiga emoji yang paling disalahpahami di dunia. Simbol "terong", "persik" dan "badut" masing-masing menjadi emoji paling membingungkan bagi pengguna.
Sebagian besar pengguna emoji percaya hieroglif modern memudahkan mereka untuk mengekspresikan diri. Sebanyak 89 persen responden mengatakan emoji menyederhanakan komunikasi yang dikonversi menjadi teks.
Namun sebanyak 67 persen responden mengatakan mereka berpikir orang yang menggunakan emoji lebih ramah, lebih keren dan lebih lucu daripada yang tidak.
Sedangkan sebagian kecil responden mengatakan mereka lebih nyaman mengekspresikan emosi melalui emoji daripada berbicara di telepon atau secara langsung.
Lebih dari separuh pengguna emoji global menilai penggunaan emoji dalam komunikasi teks berdampak positif pada kesehatan mental mereka.
Sebanyak 76 persen dari mereka yang disurvei mengatakan emoji adalah alat komunikasi penting untuk menciptakan persatuan, rasa hormat, dan pengertian.
Namun demikian 88 persen respondem mengatakan mereka merasa lebih berempati terhadap orang yang menggunakan emoji.
"Saya terdorong oleh statistik khusus ini. Emoji terkadang dikritik karena terlalu sakarin, tapi terdapat rasa manis yang merupakan kunci untuk menyebarkan beberapa beban komunikasi online," ujar perancang jenis huruf Adobe dan pengembang font Paul D. Hunt.
Sebuah studi empiris penggunaan emoji di Twitter dalam konteks linguistik dan nasional mengungkapkan negara yang paling banyak menggunakan emoji selain AS ialah Filipina, Brasil, dan India.
Dikutip Phys, para peneliti yang mengkategorikan jutaan tweet di 30 negara dan mengevaluasi lebih dari 1700 emoji. Studi itu juga menyatakan emoji mewakili kondisi emosional manusia.
Menurut asisten profesor peneliti di Departemen Teknik Industri dan Sistem, Mayank Kejriwal, hampir di seluruh dunia dan kota-kota pesisir cenderung menggunakan emoji.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Minggu 18 Juli 2021 dengan judul Emoji Paling Banyak Buat Salah Paham dan Terpopuler di Dunia










