Data tersebut digunakan kedua hacker ini untuk mencairkan dana Pandemic Unemploymet Assistance (PUA) dari pemerintah Amerika Serikat.
Komentar warganet, rata-rata meminta pemerintah Indonesia untuk memberdayakan keduanya untuk kepentingan negara.
Hal ini bisa dilihat dari unggahan di akun @fakta.indo. "Kasian orang cerdas bukan dibina, malah dipenjara," tulis akun @prasetio3112 mengomentari unggahan tentang berita tersebut.
Komentar senada disampaikan akun @syah_endi_teguh. "Antara bangga dan malu sih. Lebih baik dibina dan direkrut saja untuk kepentingan negara," tulisnya.
Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta mengimbau masyarakat supaya berhati-hati dan teliti ketika mendapatkan pesan singkat (sms) yang berisi tautan mencurigakan.
Dia menjelaskan tautan-tautan yang tersebar melalui sms tersebut bisa mengambil data diri untuk disalahgunakan.
Biasanya, kata Kapolda domain yang digunakan website pemerintahan palsu menggunakan .ly, .com, .info, .link dan .net.
"Masyarakat kami imbau supaya lebih waspada," ucap Kapolda dikutip dari situs resmi Polri, Sabtu (17/4/2021).
Selain itu, Kapolda juga meminta kepada masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Timur agar tidak melakukan tindak pidana membuat situs palsu, menyebarkan, dan mengambil keuntungan.
"Peringatan bagi siapa saja supaya tidak membuat scampage atau website-website palsu untuk mencari keuntungan," jelas Kapolda.
Sementara itu, Ketua Tim FBI John Kim mengatakan akan bekerja sama dengan kepolisian Indonesia dalam mendukung dan melawan kejahatan siber.
"Kami akan terus mendukung Indonesia dan kepolisian Indonesia dalam melawan kejahatan, khususnya kejahatan siber," pungkas John Kim.[]
Penulis/editor : Rusdi