Lewat unggahan di media sosial mereka yang dikutip Korankaltim.com Selasa (21/1/2025) hari ini, Direktur Utama Borneo FC Samarinda Ponaryo Astaman menjelaskan terkait Borneo FC yang jadi tim musafir tersebut.
"Kami sudah berusaha untuk bisa menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang dan mereka (AFF) sudah melakukan survey, setelah melihat kondisi yang ada mereka tidak mau mengambil resikonya untuk bisa melakukan pertandingan di Samarinda,” ujar Ponaryo.
“Kalau untuk bermain di Batakan mereka sudah melihat kondisi lapangan tidak memungkinkan lagi. Realistisnya adalah harus pindah dan pilihannya ke Bali. Kerugian pasti ada karena manajemen tim harus mengeluarkan budget untuk traveling, sewa stadion dan jauh dari fans," papar mantan kapten timnas Indonesia ini.
Secara terbuka Ponaryo menyebut manajemen tim menyayangkan kondisi ini terjadi. “Kami sangat menyayangkan kondisi ini karena kesempatan Borneo FC tampil di level internasional sekaligus ajang promosi daerah seperti Samarinda, Balikpapan dan Kaltim pada umumnya di level regional harus terbuang," paparnya.
Yang jadi harapan Borneo FC saat ini adalah segera selesainya pembangungan Stadion Segiri. "Kami sangat berharap koordinasi antara pihak terkait diantaranya PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) maupun Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Samarinda agar bisa lebih maksimal sehingga Stadion Segiri bisa segera digunakan agar kerinduan masyarakat Samarinda dan suporter Borneo FC akan klub kebanggaannya terobati," pungkas Ponaryo.
Sekadar diketahui, saat ini di ACC 2024/2025, Borneo FC berada di posisi keempat klasemen Grup B dengan 3 poin hasil dari tiga laga dengan dua kekalahan dan dua kali imbang. Tambahan tiga poin kalau Borneo FC bisa menang pada pertandingan nanti setidaknya bisa membuat wakil dari Indonesia selain PSM Makassar itu bersaing di papan atas yang mana urutan pertama ada wakil Vietnam Cong An Hanoi Football Club (CAHN) dengan 9 poin, posisi kedua dan ketiga klub Thailand Buriram United serta Kuala Lumpur FC dari Malaysia yang sama-sama mengantongi 6 poin.
Kaya FC, tim dari Filipina, berada di posisi buncit klasemen karena belum pernah menang dari tiga pertandingan yang sudah mereka lewati.
Editor: Aspian Nur