Selain berhasil menjadi pemuncak klasemen sementara selama beberapa pekan belakangan, nyaris hampir semua pemain dari setiap lini tim berjuluk Pesut Etam itu punya kemampuan dan naluri mencetak gol. Sementara tim tamu adalah juru kunci di klasemen sementara liga.
Stefano Lilipali tampak seperti membuktikan kelasnya dengan banyak menciptakan asis bagi timnya. Ini dibuktikan dari gol pembuka Borneo FC yang diceploskan Wiljan Pluim setelah menerima bola dari sepak pojok Lilipali. Sepakkan Pluim tak mampu dibaca kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo sehingga mengubah skor menjadi 1-0 bagi tim tuan rumah.
Sempat terjadi protes dari pemain Bhayangkara FC atas terciptanya gol ini lantaran beberapa pemain mereka dianggap belum siap, namun wasit tetap pada keputusannya. Gol 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Lilipali juga ikut menyumbangan golnya setelah menerima bola sodoran dari Pluim. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti mampu menggetarkan jala gawang lawan untuk kedua kalinya dan mengubah skor menjadi 2-0.
Pertandingan juga semakin seru. Penguasaan lapangan praktis didominasi Adam Alis Cs. Berkali- kali asis diciptakan oleh Lilipali, meski tak berbuah gol. Striker Borneo FC asal Argentina, kembali berhasil menambah perbendaharaan gol bagi tuan rumah lewat tandukannya yang terjadi nyaris diujung laga. Memasuki babak tambahan waktu, Borneo FC memperlebar jarak lewat gol dari Iksan Nul yang baru dimasukkan pada babak kedua. Skor 4-0 menjadi akhir dari laga kandang yang dimainkan di Stadion Batakan.
Dengan hasil ini, Borneo FC semakin memperbesar jarak diklasemen sementara dengan raihan 60 poin, atau selisih 17 poin dari PSIS Semerang yang berada diposisi kedua. Sementara Bhayangkara FC baru mengumpulkan 15 poin dari 2 kali kemenangan, 9 kali seri dan 15 kali kekalahan.
Editor: Maruly Z