Laga big match pekan ke-14 sore tadi diawali moment of silence mengenang tragedi Kanjuruhan, Malang. Saat kick off, tim tamu mencetak gol lebih dulu lewat sepakan Terens Owang Puhiri menit 29 setelah melakukan umpan segi tiga dengan Kei Hiroshe dan Stefano Lilipaly. Namun menit ke-40 Madura United menyamakan skor lewat gol Salim Akbar Tuharea yang bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Borneo FC yang tampil di depan pendukung lawan tak mengurangi intensitas serangan sampai akhirnya kesalahan fatal dilakukan kiper Madura United Wawan Hendrawan yang salah mengantisipasi bola.
Mantan kiper Borneo FC itu tak mampu menangkap bola dengan sempurna disaat Lilipaly berdiri bebas dan menceploskan bola ke gawang yang kosong dari sudut sempit. Lilipaly layak jadi man of the match pada pertandingan ini karena selain assist dan gol juga pergerakannya mampu merepotkan pertahanan lawan, hal mana yang membuat suporter tuan rumah sempat marah dan melakukan lemparan benda ke dalam lapangan saat pemain berdarah Belanda itu melakukan tendangan sudut dan berselebrasi usai mencetak gol.
Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun anak asuh pelatih Pieter Huistra yang membuat mereka memuncaki klasemen sementara dengan 28 poin sementara Madura terkudeta dengan 27 poin dibawahnya. Kekalahan dari Borneo FC membuat Madura United tak lagi masuk dalam tiga tim yang tak terkalahkan di kandang, menyisakan Borneo FC dan Persija Jakarta yang masih perkasa setiap bermain di depan pendukung sendiri.
Leo Lelis dkk tidak langsung pulang ke Samarinda usai pertandingan ini karena Jumat (6/10/2023) malam akan dijamu tim peringkat 16 klasemen Arema FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali.
Editor: Aspian Nur