Pato untuk sementara masuk daftar top skor dengan tiga gol dari dua laga bersama penyerang Arem FC Gustavo Almeida dan bomber Persebaya Surabaya Bruno Moreira.
Tim dari Kota Tepian untuk sementara bertengger di posisi kedua klasemen dengan hasil sekali seri dan sekali menang, mengemas empat poin, dibawah Dewa United yang ada di puncak klasemen dengan dua kali kemenangan.
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra senang dengan hasil ini, hanya saja dirinya menilai jika setelah menit ke-22, ada sedikit distraksi yang diberikan wasit karena berbagai keputusan aneh kepada anak asuhnya.
"Diawal pertandingan kami kurang fokus dan konsentrasi. Di babak kedua kami membuat sedikit perubahan. Jadi meskipun kami kebobolan satu gol, tapi kami bisa menunjukkan permainan Borneo FC yang sebenarnya," tegas Huistra dilansir dari laman ligaindonesiabaru.com.
"Kami bisa melihat bagaimana semangat juang pemain muncul dan saya rasa kami pantas mendapatkan tiga poin dan memenangkan pertandingan di kandang," sebut pria asal Belanda itu.
Dukungan suporter Borneo FC untuk Stefano Lilipaly dkk disebutnya sangat membantu permainan. Huistra juga memuji sikap pelatih Bali United, Stefano Cugurra yang respek terhadap timnya.
"Saya rasa ini baik karena mendapatkan respect untuk Borneo. Saya juga akan mengatakan mengenai wasit. Saya rasa mungkin kami bisa mendapatkan dua atau tiga penalti," tegasnya.
Selanjutnya Borneo FC akan menghadapi Persis Solo pekan depan di Stadion Manahan dan Huistra berharap tren positif kembali berlanjut.
''Pertandingan selanjutnya ada di Solo dan menjadi tantang lain untuk melakukan penampilan yang baik. Tapi hasil ini bagi saya memberikan banyak sekali kepercayaan diri untuk pemain," tegas Huistra.
Sementara Bali United dengan hasil ini berarti sudah mengalami dua kekalahan. Sebelumnya di kandang sendiri mereka dipermalukan PSS Sleman 0-1 pekan lalu dan membuat mereka ada di posisi buncit klasemen sementara.
Rotasi yang dilakukan pelatih Stefano “Teco” Cugurra tidak berbuah manis. Mencadangkan Brwa Nouri dan Ilija Spasojevic, ternyata belum bisa mengubah keadaan.
Teco kehabisan cara untuk bisa keluar dari tekanan Borneo FC. Kekalahan ini juga membuat Bali United tidak pernah menang dalam tujuh laga sejak uji coba menghadapi Persebaya Surabaya.
Kekalahan ini jelas memberikan tekanan besar untuk Teco. Di media sosial, kembali suporter mengkritik kinerja Bali United dan tagar #TecoOut untuk kesekian kalinya kembali menyeruak. Teco pun sadar dengan kondisi ini.
"Ya harus ada evaluasi. Ada yang kurang dan ada yang bagus. Seperti saat melawan PSS, kami bisa bermain bagus, tetapi tidak beruntung," ujarnya.
Dia juga sadar Pesut Etam bermain lebih baik menghadapi Bali United kali ini. "Kami punya hasil yang kurang bagus. Kami respek dengan Borneo FC. Kami tahu kualitas Borneo FC," sebutnya.
Pelatih yang karib disapa Teco tersebut juga sedikit kesal adalah kepemimpinan wasit Abdul Aziz. Menurutnya, banyak keputusan dari Abdul Aziz yang merugikan Bali United.
"Beberapa keputusan wasit sangat merugikan. Wasit berani memberikan penalti untuk Borneo, tetapi tidak untuk Bali United," terang pelatih berpaspor Brasil tersebut.
Teco kesal karena Bali United tidak mendapatkan hadiah penalti saat pemain Borneo FC melanggar Elias Dolah di kotak penalti. Ada pelanggaran keras yang dilakukan pemain Borneo karena menendang kepala Elias Dolah hingga si pemain harus dilarikan ke rumah sakit.
"Elias Dolah harus dibawa ke rumah sakit. Ini bukan kali pertama dia cedera di bagian kepala. Saat melawan PSS, ia juga mendapat tendangan di kepalanya," ucap Teco.
Bek Timnas Thailand itu baru datang ke Indonesia dan harus beradaptasi dengan gaya permainan di Liga 1. Teco pun berharap wasit yang memimpin pertandingan Bali United dan bisa lebih bagus dalam kepemimpinan.
"Mudah-mudahan wasit bisa fair saat kami melawan Madura United pekan depan. Dua pertandingan terakhir, kami sangat dirugikan oleh wasit," sebut Teco.
Editor: Aspian Nur