Seperti diketahui, Taufany, pemuda berusia 21 tahun dari Kota Raja itu mengangkat nama Indonesia bersama pemain lainnya di skuat Garuda Nusantara saat berlaga di arena SEA Games XXXII/2023 Kamboja dengan meraih medali emas.
Penantian 32 tahun untuk keping paling berharga itu dari cabang olahraga paling bergengsi berhasil dituntaskan Indonesia U-22 dengan mengalahkan Thailand lewat ekstra time 5-2 dan putra dari mantan pemain Persiku Kutai Kartanegara Zukran itu sempat jadi penentu kemenangan lolosnya Merah Putih ke final kala menghadapi Vietnam yang berkesudahan 3-2 di fase semi final.
Terkait prestasi pemain Borneo FC itu, apresiasi diberikan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kutai Kartanegara H Ardinansyah.
“Kami mengucapkan selamat atas sukses Taufany dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada dia. Pesan kami, jangan cepat puas dan tentu saja kami berharap Taufany lainnya terus bermunculan. Keberhasilan Taufany menjadi bukti perjuangan dan pantang menyerah kalau mau bekerja keras untuk mewujudkan mimpi,” kata Haji Nan sapaan akrab Ardinansyah kepada Korankaltim.com Kamis (18/5/2023) sore tadi.
PSSI Kutai Kartanegara juga meminta agar Taufany tetap rendah hati dan bisa menularkan pengalamannya kepada pemain muda dan bisa jadi inspirasi.
"Dengan prestasi yang diraih justru bisa menjadikan pribadi yang rendah hati dan inspirasi bagi seluruh pemain-pemain Kutai Kartanegara khususnya di bidang sepak bola. Sekali lagi kami ucapkan selamat dan keberhasilan ini merupakan peran bersama terutama peran orangtua, SSB (Sekolah Sepak Bola), pemerintah dan juga peran semua pihak yang sadar pentingnya sebuah pembinaan dalam bidang olahraga tidak ingin mencetak dari proses yang instan," paparnya.
Askab PSSI Kutai Kartanegara akan terus memberikan kontribusi terhadap pembinaan dan peningkatan kualitas sepak bola di Kalimantan Timur, khususnya di kabupaten Kukar lewat pembinaan semua usia mulai dari usia dini remaja hingga dewasa.
"Hal ini diupayakan agar bibit-bibit sepak bola asli tanah Kutai bisa mewarnai persepakbolaan nasional dan bisa mewujudkan cita-cita bersama yaitu mencetak kualitas andal atlet berprestasi asli putra daerah," papar Haji Nan lagi.
Sekadar diketahui, Taufany mengawali karir sepakbola profesional bersama Mitra Kutai Kartanegara dan bergabung dengan Borneo FC sejak kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 dengan nilai transfer versi transfermarkt sebesar Rp889 Juta lebih.
Namun keberhasilannya meraih juara dan membawa pulang medali emas tak sekadar membuatnya mendapat logo medali emas pada fotonya di transfermarkt.co.id tapi juga mengangkat nilai jualnya menjadi sekitar Rp1,3 Miliar versi laman yang mengkhususkan kabar mengenai profil pesepakbola di seluruh dunia itu.
Editor: Aspian Nur