Sejatinya ini laga yang sulit bagi Borneo FC yang jadi tim tamu, karena harus berlaga tanpa pelatih kepala Andre Gaspar yang baru saja dipulangkan ke Brasil Minggu (19/2/2023) kemarin sehingga tugas sebagai arsitek tim dibebankan kepada Miftahudin Mukson.
Miftah sendiri sebelum laga sudah bertekad mencuri tiga poin dari markas Pendekar Cisadane sekaligus ingin membuktikan tanpa pelatih kepala anak-anak dari Kota Tepian tetap tampil stabil.
Hal itu dibuktikan di lapangan saat mereka tampil menyerang sejak menit awal. Hanya saja Borneo FC masih belum bisa lepas dari masalah utama, finishing akhir. Banyak peluang mencetak gol tak diakhiri dengan baik sehingga semua terbuang percuma.
Gol tembakan jarak jauh Stefano Lilipaly menit 26 membuka asal Borneo FC. Harusnya ada gol kedua, namun peluang yang diciptakan Matheus Pato dan Stefano Lilipaly gagal menjadi gol. Keunggulan 1-0 untuk Borneo FC bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Terens Puhiri ditarik keluar dan digantikan Andy Harjito, begitu juga dengan Leo Guntara digantikan Irsan Lestaluhu. Bukannya mencetak gol, Borneo FC justru dikejutkan dengan gol penyama kedudukan menit 54 lewat sontekan bek Persita Yohanes Kandaimu.
Sudah pun Yohanes Kandaimu harus keluar lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua menjelang laga berakhir, namun Borneo FC tetap tak mampu menambah gol.
“Saya minta maaf belum bisa memenuhi keinginan meraih hasil maksimal di laga ini, tapi kami tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin. Pemain sudah berjuang dan berusaha dan ini hasil terbaik yang kami dapatkan hari ini,” ujar Miftah usai laga.
Setelah laga ini Diego Michiels dkk langsung pulang ke Samarinda mempersiapkan laga ke-27 menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Segiri Samarinda Sabtu (25/2/2023) petang nanti.
Editor: Aspian Nur