Kemenangan yang bisa membuat Pesut Etam sekaligus menjadi pemuncak klasemen menggusur Bali United. Saat ini Borneo ada di posisi empat klasemen dengan 31 angka, sementara PSM di atas mereka, urutan ketiga dengan 32 poin, poin yang sama dengan Madura United di posisi kedua sementara Bali United mengemas 33 poin. Hanya saja PSM baru 15 kali bertanding sementara Borneo sudah 16 kali berlaga.
Kemenangan menjadi harga mati jika ingin terus bersaing di papan atas klasemen sekaligus menjadi modal menuju putaran kedua mengingat pertandingan malam nanti jadi laga penutup putaran pertama.
Recovery empat hari dimanfaatkan Jonathan Bustos dkk untuk menghadapi PSM. "Kami ada waktu empat hari beristirahat sebelum melawan PSM, tentu kebugaran tim bisa lebih bagus. Kami sudah melakukan analisis video pertandingan PSM untuk mengetahui kekuatan mereka," kata pelatih Borneo FC Andre Gaspar dilansir dari laman borneofc.id hari ini.
"PSM adalah tim yang kuat dan bagus, mereka melakukan organisasi dengan bagus. Tapi kami tim yang bisa mencetak banyak gol. Harus diakui melawan PSM bakal sulit tapi kami fokus untuk target meraih kemenangan, tentu saja dengan kerja keras. Kami berharap bisa mengakhiri putaran pertama dengan hasil bagus, berada di posisi teratas,” ujar Gaspar.
Statistik yang menyebut jika tiga pertemuan terakhir Borneo FC selalu unggul atas PSM disebut Gaspar bukan menjadi patokan jika pertandingan nanti akan mudah. Pasalnya secara peringkat dan kualitas PSM musim ini, mereka berada di papan atas klasemen sementara ditambah lagi ada sosok Ahmad Amiruddin, mantan asisten pelatih Borneo FC yang mengetahui kekuatan tim dari Kota Tepian.
"Kami harus kerja keras untuk target. Sekarang situasinya berbeda. Makassar di posisi pertama dan kami di posisi ketiga. Kami harus bekerja maksimal,” tegas pria 50 tahun asal Brasil itu.
Sementara pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menyebut duel lawan Borneo FC bakal berlangsung adil. Menurut Tavares, saat ini pemain yang bermain di Borneo FC merupakan pemain-pemain yang berkualitas. "Saya tahu Borneo di transfermarkt kalau digabungkan seluruh pemainnya adalah tim yang mahal," kata Tavares.
Pria asal Portugal tersebut mengatakan timnya terakhir mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1 di musim 2018 lalu. Namun, lanjut dia, di pertandingan pra musim ini Tim Juku Eja sempat dikalahkan Borneo FC dengan skor 1-2.
"Saya kira Borneo tidak butuh bantuan wasit, PSM juga tidak butuh bantuan dari wasit. Ayo kita pastikan yang bertanding nanti adalah PSM melawan Borneo saja," ucapnya. "Jadi kedua tim secara fair bermain di lapangan tanpa ada bantuan siapa pun," harap Tavares.
Tavares juga mengatakan saat ini kondisi pemain masih mengalami kelelahan akibat jadwal yang sangat padat. "Saya kira semua orang tahu jadwal cukup padat dan hanya fokus untuk mengistirahatkan diri. Kami akan berusaha sebaik dan siap mungkin untuk menghadapi pertandingan selanjutnya karena masalah yang kami hadapi sama dengan klub-klub yang lain," sebut Tavares.
Editor: Aspian Nur