Dilansir dari bola.com, awalnya Direktur Madura United ini hanya berbicara terkait kiprahnya di sepakbola Tanah Air, namun setelahnya berbicara terbuka terkait judi sepak bola dan match fixing dan STY.
Setelah bicara tentang judi sepak bola dan match fixing, Haruna mengkritik STY yang dianggapnya tidak perlu melatih timnas karena Indonesia hanya menjadi runner-up di AFF 2021 lalu.
Seperti diketahui, Tim Garuda kembali gagal menjuarai Piala AFF. Pada edisi 2020, Timnas Indonesia kalah agregat 2-6 dari Thailand dalam laga final di National Stadium, Kallang, Singapura.
"Shin Tae-yong punya target menjadi juara Piala AFF U-19 (maksudnya U-23) di Kamboja. Itu targetnya juara. Piala AFF 2022, yang kemarin kan Piala AFF 2020 yang dilaksanakan 2021, itu nanti targetnya juara," ujar Haruna dalam perbincangan tersebut.
"Saya sudah sampaikan dalam rapat evaluasi kalau hanya runner-up, tidak perlu Shin Tae-yong karena kita sudah beberapa kali jadi runner-up," tegas eks Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.
Pernyataan Haruna itu membuat STY pun tersinggung dan tak pelak mendapat sorotan tajam. Tagar HarunaOut dari persepakbolaan Indonesia pun menjadi trending topic di Twitter dimana sudah lebih 52 ribu lebih pengguna Twitter menuliskan tagar HarunaOut.
“Kita dukung timnas indonesia TIDAK DENGAN PSSI DAN HARUNA,” tulis netizen. “Yang terhormat pak @Iriawan84, @PSSI: Pak, statement dari pak Haruna Soemitro dapat merusak semuanya, termasuk reputasi anda sebagai ketua PSSI. Tak hanya itu, masa depan timnas jelas sangat terancam. Statement dan pola pikir Exco sudah sangat keterlaluan. #HarunaOut,” tulis yang lain.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi mengatakan kontrak Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia tetap akan terjaga meskipun ada kritik tersebut. Hal tersebut diungkapkan Yunus dalam rilis resmi PSSI Senin (17/1/2022) hari ini. “Semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial," kata Yunus.
"Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae Yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat," sebutnya.
Soal perdebatan yang kemudian muncul di media sosial, yang utamanya mendiskreditkan PSSI, bukan wilayah PSSI. Dalam hal ini PSSI tetap menggunakan forum resmi untuk mengambil keputusan terkait organisasi.
Editor: Aspian Nur