Kemenangan Thailand itu diraih berkat dua gol kapten Chanathip Songkrasin pada menit kedua dan 52 serta masing-masing satu gol Supachok Sarachat (67') dan Bordin Phala (83').
Perjuangan berat harus dihadapi Skuat Garuda pada leg kedua Sabtu (1/1/2021) malam nanti karena harus membalikkan keadaan meski ajang ini tak menghitung aggregate gol tandang dan kandang.
Ada syarat berat yang harus dilewati pemain timnas Indonesia kalau ingin menghapus kutukan partai final.
Kalau ingin mengangkat trofi juara, setidaknya Evan Dimas Darmono dkk harus menang dengan margin setidaknya lima gol baik itu 5-0, 6-1 dan seterusnya.
Syarat lain yaitu menang empat gol tanpa balas agar bisa melewati babak tambahan.
Guna memaksa Thailand bermain hingga babak tambahan, Indonesia perlu menang dengan margin setidaknya empat gol.
Dengan menang seperti: 4-0, 5-1 dan seterusnya pada waktu normal atau 90 menit, margin Indonesia dan Thailand akan imbang. Hasil itu bisa membawa perjuangan kedua tim pada leg kedua final Piala AFF hingga babak tambahan.
Kalau itu terjadi, setidaknya Indonesia hanya perlu mencari satu gol lagi di babak tambahan dengan catatan tidak kebobolan dari Thailand untuk bisa juara.
Syarat lainnya, Indonesia harus bisa memaksa Thailand ke babak adu penalti yang caranya seperti syarat awal, menang dengan margin empat gol selama 90 menit.
Kemenangan dengan margin empat gol itu akan membuat agregat kedua tim imbang, dan pertandingan bisa berlanjut ke babak tambahan.
Setelah pertandingan berlanjut ke babak tambahan, Skuad Garuda hanya perlu bermain imbang dalam 2x15 menit itu. Artinya Indonesia pantang kebobolan di babak tambahan.
“Hasbunallah Wanikmal Wakil,” tulis Asnawi Mangkualam Bahar, kapten timnas Indonesia di akun Instagram pribadinya usai kekalahan malam tadi.
Kalimat berbahasa Arab yang artinya “Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami,” yang biasa digunakan umat muslim saat berdzikir itu ditulis Asnawi seolah mengungkapkan perasaan hatinya yang sedih namun masih ada kesempatan dengan bantuan Allah. “Belum usai!!,” tulisnya lagi, untuk mempertegas kalau kans Indonesia belum habis mengingat masih ada laga kedua melawan tim yang sama di stadion yang sama akhir pekan ini.
Adapun kekalahan dari Thailand dalam catatan keikutsertaan Indonesia di AFF Cup yang dulu bernama Piala Tiger menjadi kekalahan di patai final dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah turnamen, sebelumnya, paling jauh hanya berbeda tiga gol saja.
Hal itu pernah terjadi dua kali, tepatnya di final Piala AFF 2000 dan 2010. Pada edisi 2000, final hanya dimainkan satu kali, dan Thailand berhasil menjadi juara usai menundukkan Indonesia 4-1.
Sepuluh tahun berselang, Indonesia kembali disikat, kali ini oleh Malaysia. Dalam laga final leg pertama yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Irfan Bachdim dkk kalah telak 0-3.
Pada leg kedua, skuad Garuda hanya bisa membalas lewat kemenangan 2-1. Hal itu jelas tak cukup, sebab skor agregat 4-2 membuat Harimau Malaya meraih gelar AFF pertamanya.
Sepanjang sejarah Piala AFF pula, baru sekali ada tim yang berhasil menjadi juara setelah kalah di final leg pertama, yaitu Thailand yang mampu melakukannya di Piala AFF 2016.
Editor: Aspian Nur