Itulah sebabnya nyaris seluruh pemain Liga 1 ramai-ramai bersuara di media sosial mereka dengan menulis #KamiSiapMain. Salah satu pemain Borneo FC, Gianluca Pandeynuwu menjadi salah satu yang memproklamirkan tagar tersebut.
"Ya, gerakan #KamiSiapMain itu untuk menunjukan jika gelaran sepakbola seperti Piala Menpora kemarin bisa berjalan normal tidak ada kendala. Semua memenuhi apa yang menjadi protokol kesehatan," ujar kiper yang akrab disapa Gian tersebut dilansir dari laman resmi borneofc.id.
Sebenarnya kompetisi Liga 1 sudah sangat siap digelar jika dilihat dari sisi pemain. Sebab mayoritas pemain Liga 1 sudah mendapatkan dua kali vaksin, sesuai anjuran pemerintah. Dobel vaksin juga menjadi salah satu syarat mutlak, agar kompetisi bisa diputar.
"Pemain yang berlaga di Piala Menpora adalah mereka yang akan bermain di Liga 1. Kalau ada perubahan dalam tim, mungkin tak signifikan. Kami semua sudah mendapatkian vaksin dosis kedua. Semoga kompetisi bisa digelar kembali. Jangan ada penundaan kembali. Kami yakin 20 Agustus bisa digelar," sambungnya.
Dikatakan Gian, sepak bola bagi sebagian besar pemain di Liga 1 dan Liga 2 adalah satu-satunya mata pencaharian. Dampak pandemi disebutnya memang sangat berat, tapi jika kompetisi digulirkan maka akan banyak pihak yang bisa “hidup” kembali untuk membiayai keluarganya.
"Sepakbola adalah kehidupan banyak orang. Dari sepakbola juga orang mendapat hiburan. Makanya kami berharap kompetisi jangan lagi ditunda," harap Gian.
Hal senada disampaikan Fajar Faturrahman. Fajar mengaku bosan karena tak bisa bertanding. "Sejauh ini kami masih memiliki agenda latihan dengan tim, karena kami semua masih yakin jika kompetisi akan digelar bulan Agustus mendatang. Sekarang kami hanya berharap ada kepastian soal kompetisi," ujar pemain muda Pesut Etam tersebut.
Menurutnya, tak ada kompetisi membuat jam bermain khususnya pemain muda tak terpenuhi. Ingin merasakan atmosfer pertandingan jelas sangat ingin dirasakan. "Dalam setahun terakhir kami hanya sempat bermain di Piala Menpora saja. Terus terang, atmosfer pertandingan kami dapatkan di sana (Piala Menpora). Tapi di satu turnamen saja tak cukup untuk pemain,” papar Fajar.
Dijelaskan mantan penggawa Timnas U-19 tersebut, saat ini seluruh masyarakat sepak bola Indonesia sangat menginginkan kompetisi Liga 1 digulirkan. Sebab itu menjadi tontonan dan hiburan di tengah wabah Covid-19 seperti sekarang. "Kita bisa lihat bagaimana masyarakat senang ketika gelaran Euro dimainkan. Ini jadi bukti kerinduan mereka akan tontonan, terutama sepak bola," sebut Fajar.
Editor: Aspian Nur