Hal itu dijelaskan dalam rilis resmi PSSI. "Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka," kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, tanpa menyebutkan masalah apa yang dibuat keduanya.
Ketegasan dari Tae-yong mendapat dukungan penuh dari pihak PSSI, termasuk direktur teknik Indra Sjafri. Menurut mantan pelatih Bali United itu, disiplin merupakan bentuk dari tanggung jawab yang sudah seharusnya ada dari atlet.
"Dengan disiplin yang kuat, untuk menuju prestasi akan lebih mudah ketimbang pemain yang suka indisipliner,” beber sosok asal Sumatera Barat tersebut. Sementara asisten pelatih Nova Arianto menjelaskan tindakan indisipliner yang menyebabkan Serdy dan Yudha Febrian dicoret ada tiga tindakan indisipliner.
“Mereka tidak melakukan timbang badan Senin pagi hari kemarin, terlambat datang latihan di Senin pagi dan baru kembali ke hotel jam 3 pagi hari Senin itu," kata Nova. Melalui tayangan ulang CCTV hotel, Serdy dan Yudha yang tinggal sekamar diketahui baru pulang jam tiga pagi. Hal itu tidak bisa ditolerir Tae-yong yang mendapatkan laporan perilaku anak asuhnya tersebut.
"Setelah ada temuan saya langsung laporkan dan akhirnya diputuskan Timnas U-19 memulangkan mereka berdua," tegas Nova. Nova menjelaskan ia tidak perlu menanyakan ke mana Serdy dan Yudha pergi sampai pulang larut malam. Namun, perbuatannya saja sudah menunjukkan keduanya seperti menjadikan Timnas U-19 main-main.
Terlebih, selama mengikuti pemusatan latihan (TC) di Timnas U-19, pemain dibiayai oleh masyarakat Indonesia melalui pajak yang dikeluarkan. "Tidak perlu saya tanya mereka, berbuat itu saja saya bilang mereka buat Timnas U-19 seperti main-main dan tanpa ada tanggung jawab.
Apalagi mereka tahu timnas dibiayai oleh rakyat dan seharusnya mereka pegang tanggung jawab itu," jelas Nova kesal. Buat Serdy ini adalah pemulangan yang kedua setelah sebelumnya ia juga dipulangkan jelang keberangkatan TC Timnas U-19 ke Kroasia Agustus lalu.
Saat itu, Serdy yang merupakan pemain Bhayangkara FC dan Ahmad Afhridzal telat bangun sehingga kesiangan untuk ikut latihan bersama Garuda Muda di Stadion Madya, Senayan. Ditanya soal kemungkinan Serdy bakal dicekal untuk kembali ke Timnas U-19 karena sudah dua kali indisipliner, Nova mengaku keputusan ada di Shin Tae Yong.
Sedangkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, cukup gusar karena masih ada saja pemain yang bertindak tidak disiplin. Apalagi salah satu pemain tersebut sudah pernah terjerat hukuman yang sama pada Agustus lalu, sehingga gagal ikut TC di Kroasia.
"Tidak ada tempat di Timnas Indonesia U-19 bagi pemain yang melakukan indisipliner. Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut," tutup Iriawan.
Seluruh kegiatan timnas U-19 memang mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mempersiapkan tim menuju Piala Dunia U-20 2021, di Indonesia.
Dari awal Tae-yong sudah memperingatkan para pemain untuk latihan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, karena kegiatan timnas U-19 memakai uang rakyat. TC ini dipersiapkan dengan mewah dengan beberapa kegiatan di luar negeri, sebagai persiapan untuk Piala Dunia U-20. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Selasa 24 November 2020.