Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Rencana pengembangan landfill Zona 3 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan mulai disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung sampah.
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Rencana pengembangan landfill Zona 3 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan mulai disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung sampah.
Namun realisasi proyek tersebut masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah, sementara volume sampah yang masuk ke TPA mencapai 660 ton per hari.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengatakan pemerintah harus membagi anggaran untuk sejumlah kebutuhan penanganan TPA, mulai dari perbaikan Zona 1 dan Zona 2 hingga persiapan pembangunan Zona 3.
Karena itu dirinya berharap kondisi keuangan daerah memungkinkan seluruh kebutuhan tetap terakomodasi tanpa mengurangi alokasi pembiayaan yang diperlukan.
“Doakan saja semoga keuangan pemerintah kota nantinya bisa mengalokasikan itu,” pinta Saefuddin.
Rencana pembangunan Zona 3 dirancang dengan luas landfill sekitar 1,25 hektare dari total bukaan lahan baru sebesar 7,54 hektare.
Meski begitu pemeriksaan dan persiapan lahan masih berlangsung sehingga kepastian luasan serta kesiapan fisik belum ditetapkan secara pasti.
Pembangunan zona baru diperlukan untuk menjaga keberlanjutan operasional TPA di tengah tingginya volume sampah harian.
Pemkot Samarinda mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui edukasi kepada masyarakat.
Upaya itu dilakukan dengan melibatkan pengurus RT dan bank sampah untuk memilah limbah yang masih dapat dimanfaatkan, baik melalui pengomposan maupun daur ulang.
Saefuddin menilai pengurangan dari hulu menjadi salah satu langkah penting agar beban TPA tidak terus bertambah. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan diolah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
“Kalau itu bisa dilaksanakan, insya Allah TPA akan aman sampai 2 hingga 3 tahun,” katanya.
Terkait pembiayaan pembangunan Zona 3, sumber dana, besaran yang dibutuhkan, hingga realisasinya masih belum dapat dipastikan. Sebab, Pemkot Samarinda masih mencermati kondisi keuangan daerah sebelum menentukan alokasi proyek.
Editor: Aspian Nur
Namun realisasi proyek tersebut masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah, sementara volume sampah yang masuk ke TPA mencapai 660 ton per hari.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengatakan pemerintah harus membagi anggaran untuk sejumlah kebutuhan penanganan TPA, mulai dari perbaikan Zona 1 dan Zona 2 hingga persiapan pembangunan Zona 3.
Karena itu dirinya berharap kondisi keuangan daerah memungkinkan seluruh kebutuhan tetap terakomodasi tanpa mengurangi alokasi pembiayaan yang diperlukan.
“Doakan saja semoga keuangan pemerintah kota nantinya bisa mengalokasikan itu,” pinta Saefuddin.

Rencana pembangunan Zona 3 dirancang dengan luas landfill sekitar 1,25 hektare dari total bukaan lahan baru sebesar 7,54 hektare.
Meski begitu pemeriksaan dan persiapan lahan masih berlangsung sehingga kepastian luasan serta kesiapan fisik belum ditetapkan secara pasti.
Pembangunan zona baru diperlukan untuk menjaga keberlanjutan operasional TPA di tengah tingginya volume sampah harian.
Pemkot Samarinda mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui edukasi kepada masyarakat.
Upaya itu dilakukan dengan melibatkan pengurus RT dan bank sampah untuk memilah limbah yang masih dapat dimanfaatkan, baik melalui pengomposan maupun daur ulang.
Saefuddin menilai pengurangan dari hulu menjadi salah satu langkah penting agar beban TPA tidak terus bertambah. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan diolah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
“Kalau itu bisa dilaksanakan, insya Allah TPA akan aman sampai 2 hingga 3 tahun,” katanya.
Terkait pembiayaan pembangunan Zona 3, sumber dana, besaran yang dibutuhkan, hingga realisasinya masih belum dapat dipastikan. Sebab, Pemkot Samarinda masih mencermati kondisi keuangan daerah sebelum menentukan alokasi proyek.
Editor: Aspian Nur







Pusat gempa berada di darat 31 km utara Lombok Timur
07 Nov 2026, 17:05:52 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG